NARASIDEMOKRASI – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berjalan lancar. Dalam dua hari berturut-turut, dua kapal pengangkut BBM berhasil bersandar dengan membawa total sekitar 7.500 ton Pertalite.
Kelancaran tersebut menjadi penting karena Pelabuhan Pulau Baai merupakan salah satu pintu masuk distribusi berbagai kebutuhan masyarakat ke Provinsi Bengkulu, termasuk BBM.
Kapal pertama yang masuk adalah SPOB Gaharu Oleum 18. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Pulau Baai pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
SPOB Gaharu Oleum 18 membawa sekitar 3.999 ton Pertalite untuk dibongkar di Bengkulu.
Aktivitas kemudian dilanjutkan dengan masuknya SPOB Srikandi 512 pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kapal tersebut membawa sekitar 3.501 ton Pertalite.
Dengan demikian, dalam dua hari sekitar 7.500 ton Pertalite dibawa masuk melalui Pelabuhan Pulau Baai.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., M.Sc., mengatakan kelancaran tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kapal di Pelabuhan Pulau Baai terus dijaga.
Pelindo, menurutnya, berkomitmen memastikan akses alur tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas keluar-masuk kapal.
“Di bulan kemerdekaan ini, kami terus menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bersandarnya SPOB Gaharu Oleum 18 dengan lancar menjadi bukti bahwa upaya menjaga alur Pelabuhan Pulau Baai terus dilakukan secara serius,” ujar Dimas.
Alur Pelabuhan Pulau Baai sebelumnya telah selesai dikeruk pada Juli 2025 dengan kedalaman sekitar 6,5 meter LWS. Setelah pengerukan tersebut, Pelindo terus melakukan upaya menjaga kondisi alur untuk mendukung aktivitas pelayaran.
Bagi Bengkulu, kelancaran alur pelabuhan bukan sekadar persoalan kapal dapat masuk dan keluar. Aktivitas tersebut memiliki kaitan dengan distribusi barang yang dibutuhkan masyarakat.
Hal itu semakin terlihat ketika kapal yang masuk membawa BBM. Jika proses pelayaran, sandar hingga bongkar muat berjalan lancar, rantai distribusi energi ke Bengkulu juga dapat didukung dengan lebih baik.
“Pelindo memahami bahwa kelancaran pelabuhan memiliki dampak langsung terhadap distribusi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan pelayanan kapal maupun kegiatan bongkar muat dapat berjalan dengan baik,” kata Dimas.
Masuknya SPOB Gaharu Oleum 18 dan SPOB Srikandi 512 sekaligus memberikan gambaran bahwa aktivitas kapal pengangkut BBM di Pulau Baai terus berjalan.
Kelancaran ini menjadi perkembangan positif setelah sedimentasi dan kedangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai sebelumnya menjadi perhatian.
Karena itu, menjaga kondisi alur menjadi salah satu pekerjaan penting yang terus dilakukan Pelindo Regional 2 Bengkulu. Pemantauan diperlukan untuk memastikan operasional kapal tidak kembali terganggu oleh persoalan alur.
Pelindo juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan kepelabuhanan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurut Dimas, keberadaan Pelabuhan Pulau Baai memiliki arti strategis bagi Bengkulu. Pelabuhan bukan hanya menjadi tempat kapal bersandar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pergerakan barang dan kegiatan perekonomian daerah.
“Target kami adalah bagaimana Pelabuhan Pulau Baai dapat terus memberikan pelayanan yang optimal. Pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi perekonomian Bengkulu, sehingga kelancaran aktivitas kapal harus terus kita jaga bersama,” tutup Dimas.









