NARASIDEMOKRASI – Upaya membentuk aparatur sipil negara yang tidak hanya profesional, tetapi juga berkarakter dan religius terus dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Salah satunya melalui Retreat Merah Putih Angkatan V yang secara resmi dilepas oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (8/1).
Sebanyak 50 ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah mengikuti retreat ini. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan ASN.
Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan bahwa ASN bukan hanya pelaksana administrasi, tetapi juga teladan di tengah masyarakat. Karena itu, ia menilai pembinaan mental dan spiritual menjadi hal yang sangat penting.
“ASN harus punya hati. Kalau hatinya baik, maka kebijakan dan pelayanannya juga akan baik,” kata Helmi.
Menurutnya, Retreat Merah Putih menjadi ruang refleksi bagi ASN agar kembali mengingat tujuan hidup dan makna pengabdian. Ia menyebut, terlalu banyak orang yang terjebak dalam rutinitas duniawi hingga lupa bahwa pekerjaan sejatinya adalah bentuk ibadah.
Helmi juga menyoroti peran masjid yang dinilainya belum dimaksimalkan. Indonesia, kata dia, memiliki lebih dari satu juta masjid yang seharusnya bisa menjadi pusat peradaban, bukan hanya tempat salat.
Karena itu, Pemprov Bengkulu menggagas program masjid buka 24 jam. Program ini diharapkan mendorong budaya salat berjamaah, terutama bagi kaum laki-laki yang sudah baligh.
“Masjid jangan sepi. Masjid harus menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Dalam retreat ini, para ASN tidak hanya menjalani kegiatan ibadah, tetapi juga ditugaskan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekitar masjid. Mereka diminta peka terhadap persoalan warga, mulai dari rumah tidak layak huni, kesulitan ekonomi, hingga anak yatim dan janda yang membutuhkan perhatian.
Jika ditemukan persoalan tersebut, pemerintah daerah akan segera hadir memberikan solusi. Pendekatan ini, menurut Helmi, merupakan wujud nyata dari semangat melayani, bukan sekadar memerintah.
Koordinator kegiatan, Syafriandi, menyampaikan bahwa retreat ini merupakan bagian dari program besar Gubernur Bengkulu dalam membangun ASN yang beriman dan berkarakter.
“Kami ingin ASN Bengkulu tidak hanya pintar bekerja, tetapi juga punya empati dan kepedulian,” katanya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









