NARASIDEMOKRASI – Safari Ramadan Gubernur Bengkulu di Masjid Rukis bukan hanya soal ibadah. Di balik kegiatan itu, tersimpan agenda besar: mempercepat pembangunan infrastruktur di Bengkulu Selatan.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan, jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Jalan yang baik adalah harapan masyarakat. Kalau akses lancar, ekonomi ikut tumbuh,” ujarnya.
Tahun 2025, Pemprov menggelontorkan Rp23,4 miliar. Sebanyak Rp12,4 miliar difokuskan untuk pembangunan ruas Nanjungan–Bintasan–Kembang Sri. Sisanya Rp11 miliar melalui program TMMD di empat desa.
Memasuki 2026, anggaran kembali meningkat menjadi Rp32,5 miliar. Rekonstruksi Jalan Kelutum–Simpang Pino mendapat Rp12 miliar. Kurawan–Pintu Layang–Padang Lebar Rp15 miliar. Jembatan Air Selali Besar Rp5,5 miliar.
Menurut Helmi, infrastruktur bukan hanya proyek fisik. Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika jalan rusak, distribusi terhambat, ongkos naik, dan petani merugi.
“Kalau jalan bagus, hasil pertanian cepat sampai ke pasar. Biaya angkut turun. Itu yang kita dorong,” katanya.
Bupati Rifa’i Tajudin menilai perhatian provinsi ini akan mempercepat pertumbuhan daerah.
“Dampaknya besar. Distribusi hasil kebun lancar. Investasi juga lebih mudah masuk,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov juga menambah bantuan ambulans desa untuk memastikan layanan kesehatan lebih cepat dijangkau.
Safari Subuh di Masjid Rukis pun menjadi momentum menyampaikan bahwa pembangunan bukan janji kosong, melainkan program bertahap yang terus berlanjut.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









