Sidang Lanjutan Perjadin Dewan Provinsi Bengkulu: Terkuak Potret Buram Tata Kelola Pemerintahan Daerah

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu kembali mencuat sebagai cermin persoalan klasik tata kelola anggaran di pemerintah daerah. Sidang terbaru yang menghadirkan 15 saksi bukan hanya urusan hukum, tetapi juga potret betapa lemahnya sistem pengawasan internal yang membuka peluang penyimpangan bertahun-tahun.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Bengkulu, saksi-saksi memberi gambaran bahwa perjalanan dinas fiktif serta pemotongan anggaran bukanlah kejadian sesaat. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap kerugian negara lebih dari Rp5 miliar, memperlihatkan bahwa praktik ini dilakukan dalam durasi panjang dan melibatkan sejumlah pejabat inti.

Staf dan THL bukan hanya mengetahui praktik tersebut, tetapi dalam beberapa kasus terlibat sebagai bagian kegiatan tanpa memahami keseluruhan skema. Beberapa di antara mereka bahkan menanggung TGR puluhan juta.

Baca Juga :  Potret Guru Swasta di Bengkulu: Mengabdi Belasan Tahun, Kehilangan Pekerjaan Tanpa Pesangon

Dalam kesaksian Yofi Karsena Putra dari BKD menerangkan bahwa usulan anggaran perjalanan dinas yang masuk selalu dinyatakan lengkap secara administrative yang artinya BKD otomatis memproses pencairan. Namun, tidak ada mekanisme untuk memastikan apakah jumlah peserta perjalanan dinas di lapangan sesuai dengan dokumen.

Pernyataan ini memperjelas persoalan: sistem anggaran pemerintahan sangat bergantung pada dokumen, bukan verifikasi lapangan.

Di sisi lain, Mustarani Abidin, Sekwan yang baru menjabat, mengungkap bahwa ia menerima banyak laporan perjalanan dinas fiktif. Bahkan jumlah peserta kegiatan yang dicantumkan di SPJ bisa jauh lebih besar dibanding realisasinya.

Keterangan THL sopir yang mengaku belum menerima sisa pembayaran perjalanan dinas Rp23 juta adalah gambaran lain dari sistem yang timpang. Mereka diminta mengikuti kegiatan, tetapi ketika ada temuan BPK, justru mereka yang dibebankan TGR.

Baca Juga :  Damkar Rejang Lebong Targetkan Waktu Tanggap 15 Menit, Andi Ferdian Tegaskan Komitmen Pelayanan

Majelis hakim menyoroti minimnya itikad baik para terdakwa. Hingga sidang digelar, belum ada pengembalian sama sekali dari nilai kerugian negara.

“Jika ada pihak yang menikmati, segera tindak lanjuti,” tegas Hakim Paisol.

Sikap tegas ini juga menjadi tekanan bagi penegak hukum untuk menelusuri aliran dana hingga tuntas, termasuk terhadap pihak yang belum disentuh proses hukum.

Kasus ini memperlihatkan bahwa reformasi tata kelola anggaran perjalanan dinas bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Sistem penganggaran yang bertumpu pada kelengkapan berkas tanpa verifikasi lapangan membuka peluang penyimpangan yang masif.

Selain itu, pola pertanggungjawaban yang cenderung hanya membebankan staf rendahan perlu dikoreksi secara struktural. Tanpa perubahan mendasar, kasus serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang kembali.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB