NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan tidak akan menutup-nutupi rencana pinjaman daerah sebesar Rp750 miliar. Seluruh dasar pengajuan, mulai dari alasan kebutuhan anggaran hingga rencana penggunaan dana pinjaman, akan dipaparkan secara terbuka kepada DPRD Provinsi Bengkulu dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar).
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan saat ini pemerintah hanya tinggal menunggu jadwal rapat yang akan ditetapkan DPRD. Menurutnya, forum tersebut akan menjadi kesempatan bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menjelaskan secara rinci usulan pinjaman kepada para legislator.
“Kami menunggu ketika nanti DPRD mengundang. Akan kami sampaikan mengapa kita perlu meminjam, kemudian untuk apa kegunaannya. Semua akan kami jelaskan dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” kata Herwan, Kamis (09/07/2026).
Herwan menegaskan Pemprov telah menyiapkan seluruh bahan yang diperlukan sehingga tidak ada persoalan untuk menjelaskan usulan pinjaman tersebut kepada DPRD.
“Kita siap memaparkan usulan kita tersebut,” tegasnya.
Di sisi lain, proses pengajuan pinjaman ke Bank BJB juga disebut telah memasuki tahap lanjutan. Herwan mengungkapkan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi oleh Pemprov Bengkulu.
Selanjutnya, Bank BJB akan mengoordinasikan pembiayaan melalui skema sindikasi dengan menggandeng sejumlah bank lain. Langkah itu dilakukan mengingat nilai pinjaman yang mencapai Rp750 miliar dinilai terlalu besar jika hanya dibiayai oleh satu lembaga perbankan.
“Kalau progres ke Bank BJB secara administrasi sudah lengkap. Tinggal BJB nanti mengundang bank-bank lain untuk menghimpun pembiayaan. Nilai pinjaman sebesar itu tentu tidak cukup jika hanya ditangani satu bank, sehingga akan melibatkan beberapa bank,” tutup Herwan.
Sehingga, Pembahasan bersama DPRD dapat segera terlaksana, agar seluruh kajian dan pertimbangan terkait rencana pinjaman tersebut dapat disampaikan secara terbuka sebagai dasar pengambilan keputusan.








