Sebanyak 1.505 Kopdes di Bengkulu Sudah Ada Badan Hukum. Ratusan Lainya Masih Terkendala Lahan dan Administrasi

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 21:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mian berharap pada akhir tahun 2026, seluruh koperasi desa di Bengkulu sudah memiliki kepastian lahan dan dokumen hukum yang lengkap.

“Harapan kita, tahun ini semuanya bisa clear. Dengan begitu, koperasi desa bisa benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Mian.

Ia menegaskan bahwa koperasi desa bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Bengkulu.

Mian berharap pada akhir tahun 2026, seluruh koperasi desa di Bengkulu sudah memiliki kepastian lahan dan dokumen hukum yang lengkap. “Harapan kita, tahun ini semuanya bisa clear. Dengan begitu, koperasi desa bisa benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Mian. Ia menegaskan bahwa koperasi desa bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Bengkulu.

NARASIDEMOKRASI – Menurut data Pemerintah Provinsi Bengkulu, hingga saat ini terdapat 1.505 Koperasi Desa Merah Putih yang telah memiliki badan hukum. Artinya, koperasi-koperasi tersebut sudah memiliki legalitas untuk menjalankan kegiatan usaha dan mengelola potensi ekonomi desa.

Di balik capaian positif pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat adanya ratusan koperasi desa yang masih terkendala persoalan lahan dan administrasi.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam rapat koordinasi bersama Korem 041/Gamas di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin 26 Januari 2026.

“Masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Di antaranya 428 koperasi belum memiliki lahan pembangunan, kemudian 118 koperasi masih bermasalah pada surat-surat dan hibah, serta adanya beberapa komplain,” ujar Mian.

Menurutnya, kendala tersebut harus segera diselesaikan agar pembangunan koperasi desa dapat berjalan sesuai target tahun 2026. Tanpa penyelesaian masalah lahan dan administrasi, koperasi desa akan sulit berkembang secara optimal.

Baca Juga :  Stok 11 Ribu Ton Beras di Bengkulu, BULOG Tegaskan Tidak Ada Alasan Harga Naik Saat Ramadhan

Mian menjelaskan bahwa koperasi desa dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan gedung dan fasilitas fisik menjadi kebutuhan penting agar koperasi dapat menjalankan fungsi pelayanan dan usaha.

“Kalau lahannya belum jelas, pembangunan fisik tentu akan terhambat. Ini yang sedang kita kejar agar semuanya bisa tuntas,” katanya.

Selain masalah lahan, persoalan administrasi dan hibah juga menjadi perhatian. Beberapa koperasi belum memiliki dokumen lengkap yang menjadi syarat pencairan anggaran dan pembangunan fasilitas.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan agar seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026. Untuk itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta unsur pendukung lainnya.

Mian berharap pada akhir tahun 2026, seluruh koperasi desa di Bengkulu sudah memiliki kepastian lahan dan dokumen hukum yang lengkap.

Baca Juga :  Wabup Bengkulu Tengah Tarmizi Sidak Pasar Taba Penanjung, Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil

“Harapan kita, tahun ini semuanya bisa clear. Dengan begitu, koperasi desa bisa benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Mian.

Ia menegaskan bahwa koperasi desa bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Bengkulu.

Ditempat yang sama Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menyatakan kesiapan pihaknya membantu mempercepat koordinasi di lapangan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar hambatan-hambatan ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan koperasi desa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pusat, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.

Dalam rapat tersebut, suasana diskusi berlangsung terbuka. Setiap pihak menyampaikan pandangan dan solusi atas kendala yang dihadapi. Pemerintah daerah mendorong agar komunikasi antarinstansi diperkuat agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan
Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB