NARASIDEMOKRASI – Antusias masyarakat Kota Bengkulu untuk mengembangkan usaha kecil semakin tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pelaku UMKM yang mendaftar untuk mendapatkan tempat di kawasan binaan pemerintah, terutama Belengguk Point.
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu mencatat, daftar tunggu atau waiting list pedagang yang ingin masuk ke kawasan tersebut terus bertambah. Namun pemerintah belum bisa menerima seluruh pendaftar karena keterbatasan ruang dan masih melakukan evaluasi terhadap pedagang yang sudah ada.
Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Kiki Yanti mengatakan, Belengguk Point menjadi salah satu pusat pembinaan UMKM yang banyak diminati masyarakat.
“Untuk sementara memang waiting list sudah banyak. Rata-rata yang mendaftar itu ingin masuk ke Belengguk Point,” kata Kiki, Senin (06/07/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak sekadar menyediakan lokasi berjualan, tetapi juga memastikan pedagang yang sudah mendapat fasilitas benar-benar aktif dan mengikuti aturan.
Bahkan, evaluasi sebelumnya telah dilakukan terhadap pedagang yang tidak konsisten menjalankan usaha. Setelah dilakukan penataan, beberapa pelaku UMKM dari daftar tunggu diberikan kesempatan masuk.
“Kita sudah pernah melakukan penertiban. Yang tidak sesuai aturan dan tidak konsisten berjualan kita keluarkan, lalu kita masukkan beberapa dari waiting list,” jelasnya.
Selain Belengguk Point, Pemkot Bengkulu juga melakukan pembinaan UMKM di beberapa ruang publik lainnya, seperti Brendo dan Pojok Duren.
Kiki menyebut, penambahan pedagang baru tetap dilakukan secara bertahap. Pemerintah ingin memastikan kawasan UMKM tertata sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun pengunjung.
“Kita harus melakukan penertiban dulu lagi. Tidak bisa langsung tiba-tiba mengeluarkan atau memasukkan yang baru,” tutupnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius








