Polri Perkuat Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Tuban Jadi Bukti Nyata Dukungan untuk Petani

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali terlihat melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (16/5/2026) itu akan menjadi momentum penting penguatan sektor pertanian nasional. Selain dihadiri petani dan kelompok tani, kegiatan tersebut juga direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

Kabupaten Tuban dipilih karena menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di Jawa Timur. Tahun ini, sekitar 629 hektare lahan jagung memasuki masa panen dan diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap target produksi nasional.

Asisten Kapolri Bidang SDM selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Pol. Anwar, menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga ikut membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Menurutnya, Polri terus melakukan pendampingan kepada petani melalui berbagai program, mulai dari distribusi bibit unggul, pupuk, bantuan alat pertanian, hingga membangun koordinasi aktif dengan kelompok tani di seluruh daerah.

“Panen Raya Jagung Serentak menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, Polri, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Irjen Pol. Anwar.

Baca Juga :  Bensin Habis, Nyawa Terancam: Kekerasan Jalanan Kembali Menghantui Bengkulu

Ia menyebut, keberhasilan sektor pertanian sangat dipengaruhi kerja sama lintas sektor. Karena itu, Polri berupaya hadir langsung membantu masyarakat tani agar produksi pangan nasional terus meningkat.

Selain panen raya, Polri juga menampilkan berbagai inovasi ketahanan pangan dalam stand pameran yang akan ditinjau Presiden RI. Beberapa inovasi tersebut di antaranya Stand Pupuk Batu Bara Presisi, Stand Gudang Ketahanan Pangan, Benih Jagung Bhayangkara, hingga Miracle Carbob berbahan bonggol jagung.

Inovasi tersebut menunjukkan upaya Polri mendukung sektor pertanian tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga teknologi dan pengembangan hasil pertanian.

Dalam agenda tersebut juga akan dilakukan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri. Gudang tersebut nantinya berfungsi memperkuat sistem penyimpanan hasil pangan agar distribusi lebih stabil dan efisien.

Selain itu, Polri juga meluncurkan operasional 166 SPPG Polri yang mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat surplus produksi jagung sekitar 470 ribu ton pada tahun 2025. Produksi nasional mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 15,64 juta ton.

Baca Juga :  Gandeng WALHI dan KANOPI, Pemprov Bengkulu Bentuk Satgas Agraria untuk Bongkar Dugaan Pelanggaran Perkebunan

Pemerintah menargetkan produksi jagung nasional meningkat menjadi 18 juta ton pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari program besar menuju swasembada pangan nasional.

Irjen Pol. Anwar menilai keberhasilan ketahanan pangan harus dimulai dari kesejahteraan petani. Karena itu, Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat tani agar produktivitas terus meningkat.

“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Saat petani semakin kuat dan hasil produksi meningkat, Indonesia semakin siap mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, kegiatan panen raya juga akan diramaikan dengan bakti kesehatan dan Gerakan Pangan Murah Polri untuk masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat optimisme menuju Indonesia mandiri pangan.

Panen Raya Jagung Serentak di Tuban menjadi gambaran bahwa kolaborasi pemerintah, Polri, petani, dan sektor perbankan mampu menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Selasa, 8 September 2026 - 16:46 WIB

Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu

Berita Terbaru