Petani Sawit Bengkulu Dapat Bantuan Rp60 Juta per Hektare, Ini Syarat dan Mekanismenya

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Kabar baik bagi petani sawit di Provinsi Bengkulu. Pemerintah melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menyiapkan bantuan sebesar Rp60 juta per hektare untuk mendukung peremajaan kebun sawit milik masyarakat.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus memperbaiki kualitas tanaman sawit.

Koordinator PSR Dinas TPHP Bengkulu, Hamdani, menjelaskan bahwa setiap petani dapat mengajukan bantuan maksimal hingga empat hektare berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Target program tersebut akan difokuskan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Selatan.

“Bantuan yang diberikan Rp60 juta per hektare. Maksimal satu NIK bisa mengajukan sampai empat hektare,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Kesaktian Pancasila di Bengkulu Tengah, Bupati Rachmat Riyanto Ajak Warga Perkuat Persatuan

Dengan nilai bantuan tersebut, petani dinilai sangat terbantu dalam proses peremajaan yang selama ini membutuhkan biaya besar. Mulai dari penebangan tanaman lama, pengolahan lahan, hingga penanaman kembali dengan bibit unggul.

Program ini juga menjadi bagian dari visi besar Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui intervensi langsung yang berdampak nyata.

Selain bantuan dana, petani juga akan mendapatkan bibit unggul yang telah teruji kualitasnya. Beberapa jenis benih yang digunakan antara lain varietas PPKS dari Medan dan benih SC Sriwijaya.

Baca Juga :  Ahli Sebut HPL dan HGB dalam Kasus Mega Mall Bengkulu Sesuai Ketentuan

Hamdani menjelaskan, penggunaan benih disesuaikan dengan kondisi wilayah. Di Mukomuko misalnya, benih SC Sriwijaya lebih banyak digunakan, sementara daerah lain cenderung menggunakan PPKS.

“Bibit yang digunakan merupakan benih unggul agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

Dengan penggunaan bibit berkualitas, produktivitas sawit diharapkan meningkat secara signifikan. Hal ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

Tak hanya itu, program ini juga mendorong petani untuk beralih ke sistem perkebunan yang lebih modern dan terkelola dengan baik.

Melalui PSR, pemerintah ingin memastikan bahwa petani tidak lagi terjebak dalam siklus produksi rendah akibat tanaman tua yang tidak produktif.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bengkulu Punya Potensi Energi Besar, STuEB Dorong Pemerintah Bangun Sistem Listrik Mandiri
Atlet Bengkulu Peraih Emas PON Dijanjikan Bonus Rp1 Miliar, Pemprov Siapkan Apresiasi Besar
Percikan Api hingga Warga Tersengat, PLN Dinilai Lalai Tangani Kabel Listrik Berbahaya di Sidodadi
Penataan Pantai Panjang Bengkulu Mulai Diperketat, Pemkot Tegaskan Demi Wisata yang Lebih Tertata
Dari Tuntutan Miliaran Rupiah hingga Vonis Bebas, Kasus Tol Bengkulu Belum Berakhir 
Kasus Solar Nelayan Bengkulu Bisa Melebar, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan DKP Provinsi
Turnamen PTM Fortuna Hadirkan Kategori U-100, Uji Skill dan Pengalaman
Aliansi Petani Sawit Bengkulu Kritik Kebijakan Ekspor Satu Pintu Prabowo
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:04 WIB

Bengkulu Punya Potensi Energi Besar, STuEB Dorong Pemerintah Bangun Sistem Listrik Mandiri

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:52 WIB

Atlet Bengkulu Peraih Emas PON Dijanjikan Bonus Rp1 Miliar, Pemprov Siapkan Apresiasi Besar

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:51 WIB

Percikan Api hingga Warga Tersengat, PLN Dinilai Lalai Tangani Kabel Listrik Berbahaya di Sidodadi

Senin, 25 Mei 2026 - 21:25 WIB

Penataan Pantai Panjang Bengkulu Mulai Diperketat, Pemkot Tegaskan Demi Wisata yang Lebih Tertata

Senin, 25 Mei 2026 - 19:16 WIB

Kasus Solar Nelayan Bengkulu Bisa Melebar, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan DKP Provinsi

Berita Terbaru