MBG Bengkulu Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah: Upaya Menjaga Gizi Anak dan Ibu Hamil

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu tetap berjalan saat libur sekolah, sebuah langkah yang menunjukkan prioritas pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak dan ibu hamil di tengah masa jeda pendidikan. Kepastian itu disampaikan Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Gloria Sitomorang, yang menegaskan bahwa distribusi makanan bergizi tidak dapat berhenti meski aktivitas belajar mengajar diliburkan. Keputusan tersebut dinilai strategis untuk memastikan tidak terjadi penurunan status gizi selama masa libur.

Dalam pernyataannya, Gloria mengatakan distribusi makanan selama libur dilakukan dengan pola pengantaran terjadwal setiap Senin dan Kamis. Sementara pada hari lainnya, penerima manfaat memperoleh paket makanan kering dengan komposisi gizi setara ompreng harian. “Tidak ada perubahan nilai gizi, hanya mekanisme yang menyesuaikan,” ujarnya.

Kebijakan ini menegaskan bahwa libur sekolah bukan alasan untuk menghentikan layanan gizi bagi kelompok rentan. Penerima manfaat MBG bukan hanya siswa sekolah, tetapi juga balita dan ibu hamil—dua kelompok yang paling rentan terhadap penurunan kesehatan apabila asupan nutrisi tidak terpenuhi secara konsisten. Menurut sejumlah ahli gizi, jeda asupan teratur selama libur dapat berdampak pada perkembangan kognitif anak dan kesehatan ibu hamil.

Baca Juga :  DWP Bengkulu Rayakan HUT ke-26, Tegaskan Peran Strategis Istri ASN dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam konteks sosial, program seperti MBG berperan lebih luas dari sekadar penyaluran makanan. Di banyak daerah, ia menjadi jaring pengaman keluarga dengan ekonomi rendah. Pendapatan yang tidak stabil, terutama saat libur panjang, membuat beberapa keluarga kesulitan menyediakan makanan bergizi setiap hari. Karena itu, keberlanjutan MBG selama libur adalah bentuk proteksi terhadap kelompok miskin dan rentan.

Namun, pelaksanaan program ini tidak tanpa tantangan. Gloria mengakui koordinasi dengan sekolah dan wali murid menjadi faktor krusial. Tidak semua sekolah bersedia menyalurkan makanan selama libur karena keterbatasan tenaga pendidik dan kapasitas koordinasi. “Kesepakatan dibuat melalui berita acara. Sekolah yang tidak menyetujui tidak akan menerima paket,” jelasnya.

Meski mengecilkan persoalan, fakta bahwa ada sekolah menghentikan sementara menunjukkan adanya potensi ketimpangan pelayanan. Anak di sekolah yang bersedia tetap mendapat asupan, sementara yang lain terpaksa tidak. Ini memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan, terutama dalam program berskala besar seperti MBG yang menyasar lebih dari 200 ribu penerima manfaat.

Baca Juga :  Viral Diduga Bom di Gereja Intan Jaya, Pemda dan Satgas Cartenz Pastikan Hanya Komponen Lonceng

Namun, pemerintah mengklaim fleksibilitas ini perlu karena volume distribusi meningkat signifikan. Libur kali ini menjadi ujian pertama dengan cakupan besar setelah penambahan SPPG. Pengalaman sebelumnya pada libur Juni dan Ramadan disebut berjalan kondusif. Namun, beban logistik kali ini jelas lebih besar, terutama saat penyaluran harus menjangkau wilayah pinggiran.

Jika pelaksanaan berjalan lancar, MBG dapat berperan dalam menekan risiko stunting maupun anemia selama libur sekolah. Para ahli menilai kontinuitas nutrisi sangat penting. Anak dengan asupan terputus selama dua pekan saja rentan mengalami penurunan fokus dan daya tahan tubuh. Bagi ibu hamil, jeda konsumsi protein dan mikronutrien berdampak pada kesehatan kandungan.

Respons wali murid sebagian besar mendukung, meski ada kekhawatiran soal jadwal distribusi. Beberapa orang tua menilai makanan kering adalah pilihan masuk akal saat libur, selama kualitas gizinya terjaga.

“Yang penting tidak berhenti. Anak-anak tetap perlu makan teratur,” kata Sari, seorang wali murid di Kota Bengkulu.

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Indonesia Tuan Rumah ISC ke-3, ketua DPD Siap Bawa Aspirasi Daerah ke Panggung Dunia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Selasa, 8 September 2026 - 16:46 WIB

Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu

Berita Terbaru