Kepulangan Empat Warga Bengkulu dari Kamboja Dipastikan Tanpa Transit, KBRI Ketat Awasi Proses

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH

Proses pemulangan empat warga Bengkulu dari Kamboja dipastikan dilakukan secara ketat dan tanpa transit. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam perjalanan mereka kembali ke Indonesia.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH, mengatakan bahwa pihak KBRI dan Pemerintah Kamboja tidak ingin kecolongan dalam proses ini.

“Tiket harus direct, langsung dari Phnom Penh ke Soekarno-Hatta. Tidak boleh transit,” tegas Usin.

Keempat warga Bengkulu tersebut sebelumnya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Mereka dijanjikan pekerjaan di Vietnam, namun justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai operator judi daring.

Baca Juga :  LOKA NARA Siapkan Gerakan Perempuan Berdaya Lewat Program Edukasi, Relasi, dan Aksi Sosial

Kini mereka telah mengantongi SPLP dari KBRI Phnom Penh, yang menjadi dokumen resmi pengganti paspor untuk pulang ke Indonesia.

Dengan terbitnya SPLP, proses pemulangan tinggal menunggu jadwal dan pemesanan tiket. Keluarga juga akan berkoordinasi dengan BAZNAS Provinsi Bengkulu terkait dukungan biaya perjalanan.

Pemulangan diprediksi berlangsung pada 25 atau 26 Februari 2026, meski masih menunggu kepastian resmi.

Baca Juga :  Pantai Panjang Dibersihkan dari Warem, Pemkot Jaga Wisata Keluarga

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan praktik perekrutan kerja ilegal lintas negara. Usin berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat.

“Jangan mudah tergiur janji gaji besar tanpa jalur resmi,” ujarnya.

Pengawasan ketat dalam pemulangan menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri.

Keluarga di Bengkulu kini berharap seluruh proses berjalan lancar hingga keempatnya tiba dengan selamat di tanah air.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan
Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Berita Terbaru