NARASIDEMOKRASI – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperkuat komitmen menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI yang menekankan pentingnya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Gerakan ini bukan sekadar program simbolis. Presiden meminta seluruh pemerintah daerah menjadikannya sebagai kebijakan nyata di lapangan. Mulai dari sekolah, perkantoran, hingga kawasan permukiman diminta kembali menghidupkan budaya kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyambut baik arahan tersebut. Ia menilai Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bengkulu yang ingin menciptakan daerah yang nyaman, sehat, dan layak huni bagi masyarakat.
“Lingkungan bersih bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Kami siap menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian dari kebijakan daerah,” ujar Helmi Hasan.
Menurutnya, kebersihan lingkungan harus dimulai dari contoh yang baik oleh pemerintah. Kantor pemerintahan, sekolah, dan fasilitas umum akan menjadi titik awal penerapan gerakan ini sebelum diperluas ke masyarakat.
Selain itu, Helmi Hasan juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya kegiatan seremonial.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa menjaga kebersihan, maka biaya kesehatan bisa ditekan dan kualitas hidup meningkat,” katanya.
Dalam Rakornas, Presiden juga mengingatkan bahwa kepala daerah harus menyelaraskan program pembangunan dengan kebijakan nasional. Program lingkungan seperti Indonesia ASRI harus masuk dalam perencanaan daerah dan didukung oleh anggaran yang memadai.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana mengintegrasikan gerakan ini dengan program Bantu Rakyat yang selama ini berjalan. Misalnya, dengan memperbaiki saluran air, menata kawasan permukiman, serta memperindah ruang publik.
Helmi Hasan menilai bahwa lingkungan yang tertata akan berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kota dan desa yang bersih akan lebih menarik bagi wisatawan dan investor.
“Lingkungan bersih itu investasi jangka panjang. Kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun budaya hidup sehat,” ujarnya.
Rakornas ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda. Mereka sepakat untuk membawa pulang arahan Presiden dan menerapkannya sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
Dengan adanya Gerakan Indonesia ASRI, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. Tidak hanya pemerintah, tetapi sekolah, komunitas, dan keluarga diharapkan ikut terlibat.
Helmi Hasan optimistis, jika gerakan ini dijalankan secara konsisten, Bengkulu bisa menjadi salah satu provinsi percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









