Bengkulu Perkuat Sistem Peringatan Dini, Hadapi Ancaman Gempa Megathrust

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIMPIN: Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, pimpin Namun, itu adalah bagian dari simulasi penanggulangan bencana gempa megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I. di kawasan Pantai Tapak Padri Kota Bengkulu  (Jumat-17-04-2026)-- FOTO: HANDI//MBG.

PIMPIN: Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, pimpin Namun, itu adalah bagian dari simulasi penanggulangan bencana gempa megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I. di kawasan Pantai Tapak Padri Kota Bengkulu (Jumat-17-04-2026)-- FOTO: HANDI//MBG.

NARASIDEMOKRASI – Ancaman gempa megathrust yang berpotensi melanda pesisir Bengkulu terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tidak hanya mengandalkan simulasi, penguatan sistem peringatan dini hingga kesiapan masyarakat kini menjadi fokus utama.

Untuk antisipasi dini Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I melakukan simulasi dengan mengerahkann helikopter memecah langit, drone dan peralatan lainya. terpantau dalam simulasi itu suasana mencekam terasa di Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu, Jumat 17 April 2026. Deru helikopter memecah langit, drone beterbangan, sementara ratusan personel gabungan berlari cepat mengevakuasi “korban”. Semua berlangsung seolah bencana besar benar-benar terjadi.

Latihan ini menjadi bukti bahwa Bengkulu tidak ingin lengah menghadapi ancaman gempa besar yang sewaktu-waktu bisa terjadi di pesisir barat Sumatera.

Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata menguji kesiapan di lapangan.

“Ini bukan hanya latihan. Kita pastikan seluruh sistem berjalan, mulai dari SOP, koordinasi hingga kesiapan alat,” ujarnya.

Simulasi dimulai dengan apel gelar pasukan, lalu dilanjutkan dengan pergerakan cepat menuju titik evakuasi. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan hingga relawan langsung bergerak sesuai peran masing-masing.

Baca Juga :  Sinyal Lelang Jabatan Eselon II, Hasil Uji Kompetensi Jadi Pertimbangan

Di bibir pantai, kapal boat disiagakan untuk evakuasi jalur laut. Sementara helikopter bersiap melakukan evakuasi udara jika akses darat terputus. Drone digunakan untuk memantau situasi dan mendeteksi titik rawan dari udara.

Semua skenario dibuat menyerupai kondisi darurat yang sebenarnya, mulai dari korban luka hingga kepanikan di wilayah terdampak.

Latihan ini juga dilakukan serentak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat kesiapan kawasan pesisir barat Sumatera secara menyeluruh.

Kunto menekankan, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam penanganan bencana.

“Dalam situasi seperti ini, detik sangat berharga. Respons cepat bisa menyelamatkan banyak nyawa,” tegasnya.

sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dibangun secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Kita siapkan semuanya dalam satu sistem komando terpadu. Tidak boleh ada celah dalam koordinasi,” ujarnya saat menghadiri simulasi bencana.

Menurut Herwan, Bengkulu berada di wilayah rawan gempa besar, termasuk potensi megathrust yang bisa mencapai magnitudo di atas 8,9. Karena itu, sistem peringatan dini menjadi kunci utama dalam menyelamatkan masyarakat.

Baca Juga :  Penyegaran Organisasi Kejati Bengkulu, Jabatan Strategis Berganti untuk Perkuat Kinerja

Saat ini, Bengkulu memiliki lima sirine early warning system (EWS) yang aktif di wilayah pesisir. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum cukup untuk menjangkau seluruh kawasan rawan.

“Kita butuh penambahan sirine agar seluruh wilayah pesisir bisa mendapatkan peringatan lebih cepat,” jelasnya.

Selain penguatan teknologi, pemerintah juga mendorong kesiapan masyarakat melalui pembangunan jalur evakuasi dan pembentukan desa tangguh bencana.

Langkah ini dinilai penting karena masyarakat adalah pihak pertama yang terdampak saat bencana terjadi.

“Kalau masyarakat siap, dampak bencana bisa ditekan. Mereka harus tahu ke mana harus lari dan apa yang harus dilakukan,” katanya.

Simulasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Semua unsur harus terlibat dan terlatih

Bengkulu, yang berada di zona rawan gempa besar, kini dituntut untuk selalu siaga. Latihan ini menjadi langkah penting untuk memastikan semua pihak siap menghadapi skenario terburuk.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan
Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Berita Terbaru