NARASIDEMOKRASI – Perekonomian Provinsi Bengkulu menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat pertumbuhan ekonomi daerah ini pada triwulan II tahun 2026 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year).
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan indikator perkembangan ekonomi daerah yang bergerak positif.
” untuk ekonomi masih tumbuh sebesar 5,11 persen. Ini angka yang cukup, yang menurut kami gitu ya, secara progresif ya,” kata Win Rizal, Kamis (06/8/2026).
Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh sejumlah faktor utama, di antaranya peningkatan konsumsi masyarakat, pergerakan sektor jasa, momen perayaan hari raya, hingga hadirnya agenda budaya tahunan Festival Tabut.
Win juga menjelaskan bahwa dampak Festival Tabut tidak hanya terbatas pada gelaran acaranya semata, tetapi juga memberikan dampak bagi perekonomian lokal. Ini dapat menjangkau sektor transportasi, akomodasi, hingga kuliner dan perdagangan.
“Kebetulan di ada momentum hari raya, Festival Tabut, yang tentunya mampu juga menggerakkan ekonomi kita ya. Kan bukan festivalnya aja, dampaknya juga ke berbagai lapangan usaha ya, transportasinya, akomodasinya, perjalanannya semua terdampak ya,” ungkapnya.
BPS lanjut Win, memperkirakan perputaran uang dan dampak ekonomi selama pelaksanaan Festival Tabut mampu menembus puluhan miliar rupiah.
“Ya kalau di ekonomi di seputaran Tabut aja bisa sampai lebih dari 20 miliar, berarti kan dampak yang luasnya bisa lebih dari 20 miliar,” tambah Win Rizal.
Selain faktor agenda budaya dan hari raya, kembalinya aktivitas normal di Pelabuhan Pulau Baai turut menjadi penyokong penting bagi laju perekonomian Bengkulu. Pulihnya jalur logistik dan transportasi laut ini mendorong kelancaran arus barang, ekspor, hingga mobilitas penumpang.
“Kemudian juga Pulau Baai, udah mulai beroperasi secara normal, jadi proses ekspor juga udah mulai, dan bukan hanya itu aja ya, itu kan juga untuk angkutan penumpang, barang dan sebagainya juga udah mulai lancar. Nah ini menggerakkan juga ekspor perekonomian juga,” jelasnya.
Dari sisi produksi pada pembanding year on year, pertumbuhan tertinggi disumbangkan oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makan dan minum yang melonjak 14,29 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama dengan kenaikan sebesar 13,58 persen.
Tumbuh Tajam Secara Triwulanan (Q-to-Q)
Tidak hanya tumbuh secara tahunan, performa perekonomian Bengkulu juga mencatatkan lompatan tinggi secara triwulanan (quarter to quarter). Pada triwulan II 2026, ekonomi Bengkulu tumbuh pesat hingga 7,35 persen bila dibandingkan dengan triwulan I 2026.
“Secara q to q, itu kan tadi baru year on year, kita lebih tinggi lagi. Secara q to q kita di atas 7 persen, ini artinya kan kita 7,35 persen ya. Ini juga artinya menggambarkan dibanding triwulan satu, ini ada pergerakan ekonomi yang cukup tinggi di triwulan dua ini ya,” pungkas Win.
Secara q-to-q, dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,79 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah kembali mendominasi pertumbuhan sebesar 12,53 persen.
Penguatan aktivitas ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2026 ini secara keseluruhan memperlihatkan fondasi ekonomi daerah yang kian kokoh melalui sinergi konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, serta optimalisasi sektor-sektor strategis.









