Belasan Tahun Mengabdi, Tiga Guru SDIT Rabbani Mengaku Diberhentikan Tanpa SP

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga guru SDIT Rabbani Kota Bengkulu mengaku tidak lagi diperbolehkan mengajar tanpa menerima SP 1 hingga SP 3 dan meminta kejelasan status serta hak mereka.

Tiga guru SDIT Rabbani Kota Bengkulu mengaku tidak lagi diperbolehkan mengajar tanpa menerima SP 1 hingga SP 3 dan meminta kejelasan status serta hak mereka.

NARASIDEMOKRASI – Tiga guru SDIT Rabbani Kota Bengkulu buka suara mengenai pemberhentian mereka dari kegiatan mengajar. Ketiganya mengaku tidak lagi diperbolehkan mengajar tanpa sebelumnya menerima surat peringatan (SP) secara bertahap.

Ketiga guru tersebut adalah Ririn Safitri, Tita Aryani, dan Elsita Lesnawati. Mereka menyampaikan persoalan itu dalam konferensi pers di Jalan Cimanuk IE, Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ririn, yang mewakili dua rekannya, mengatakan persoalan bermula pada 5 Agustus 2026. Saat itu mereka mendapat pesan WhatsApp dari Kepala SDIT Rabbani, Marsu Juanah, untuk menghadap ke ruang kepala sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, kata Ririn, ketiganya diberitahu bahwa mulai 6 Agustus 2026 mereka tidak lagi diperbolehkan mengajar.

Pihak sekolah, menurut Ririn, menyampaikan sejumlah alasan. Di antaranya berkaitan dengan adab dan karakter rabbani, keikutsertaan dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta persoalan kehadiran mengajar yang dikaitkan dengan kegiatan PPG untuk Elsita.

Baca Juga :  Ormas Lembak Bersatu Dukung Penuh Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Wilayah Lembak

Namun, Ririn mengatakan mereka sebelumnya tidak pernah menerima surat peringatan dari pihak sekolah maupun yayasan.

“Sebelum terjadi pemecatan ini, kami tidak pernah mendapatkan surat peringatan, baik SP 1 sampai SP 3, dari pihak sekolah maupun yayasan,” kata Ririn.

Persoalan kemudian berlanjut pada 6 Agustus 2026. Ketiganya menemui Ustaz Syamlan di Pondok Pesantren IIT Rabbani untuk meminta kejelasan mengenai status mereka.

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga meminta surat pemberhentian secara resmi dan menanyakan hak yang mereka nilai seharusnya diterima setelah tidak lagi diperbolehkan mengajar.

Namun, menurut Ririn, surat pemberhentian tidak diberikan. Mereka justru disarankan membuat surat pengunduran diri.

“Kami meminta surat resmi pemecatan dan juga menanyakan pesangon. Namun, kami tidak diberikan surat pemecatan dan justru disarankan membuat surat pengunduran diri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Juara UTK 2025, Walikota Bengkulu Jamukan Siswa Berprestasi di Balai Merah Putih

Ririn juga membantah anggapan bahwa ketiganya hanya dirumahkan sementara. Menurut dia, sejak 6 Agustus mereka sudah tidak diperbolehkan menjalankan tugas mengajar.

Setelah bertahun-tahun mengabdi, ketiga guru tersebut kini meminta kejelasan status serta pemenuhan hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan tenaga pendidik, termasuk berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami meminta hak kami sesuai dengan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar tidak ada guru-guru yang diperlakukan tidak adil,” kata Ririn.

Hingga keterangan ketiga guru tersebut disampaikan dalam konferensi pers, berita ini memuat versi mereka. Pihak SDIT Rabbani dan yayasan perlu diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan dan hak jawab mengenai alasan serta mekanisme pemberhentian tersebut.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB