Anak SMA Jadi Saksi Kerusakan Lingkungan Oleh PLTU Teluk Sepang

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI- Negara kembali diuji keberpihakannya pada masa depan. Kali ini bukan lewat kebijakan megah atau pidato transisi energi di forum internasional, melainkan melalui kesaksian getir yang disaksikan langsung oleh 34 pelajar SMA sederajat di Kota Bengkulu. Mereka menjadi saksi hidup bagaimana Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara Teluk Sepang berdiri megah di atas penderitaan warga dan kerusakan lingkungan pesisir.

Fakta itu terungkap dalam Jambore Energi Bersih yang digelar Kanopi Hijau Indonesia. Kegiatan ini sejatinya sederhana: membawa pelajar melihat langsung realitas yang selama ini disembunyikan di balik jargon “listrik murah” dan “pembangunan nasional”. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir kritik paling telanjang terhadap negara yang dinilai gagal menjalankan mandat konstitusi untuk melindungi rakyat dan lingkungan.

“Kami sengaja membawa pelajar ke Teluk Sepang agar mereka tidak hanya belajar dari buku, tapi dari kenyataan pahit yang dialami warga,” kata Koordinator Jambore Energi Bersih, Paet Lubis, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga :  Pelindo Pastikan Rantai Pasok Lancar, Wakapolda Bengkulu Tinjau Keamanan Pulau Baai

Paet menegaskan, kehadiran PLTU batubara bukan sekadar soal teknologi energi, melainkan persoalan keadilan sosial dan ekologis. Di Teluk Sepang, warga mengeluhkan gangguan pernapasan, penyakit kulit, serta menurunnya kualitas air dan hasil tangkapan nelayan. Ironisnya, semua itu terjadi di tengah klaim pemerintah tentang komitmen menurunkan emisi dan mencapai net zero emission.

Yang lebih menyakitkan, negara seperti menutup mata. PLTU Teluk Sepang tetap beroperasi, sementara keluhan warga kerap dianggap angin lalu. Tak ada evaluasi serius, apalagi rencana penutupan dini. Di titik inilah pelajar SMA justru tampil sebagai saksi paling jujur.

“Ini membuktikan masalah lingkungan di Bengkulu sudah sangat serius. Kalau anak sekolah saja bisa melihat kerusakan ini, mengapa pemerintah seolah tidak?” ujar Eva Novita, pelajar MAN 1 Kota Bengkulu.

Peserta jambore berasal dari enam sekolah, termasuk SMA Negeri 1, MAN 1, hingga SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu. Mereka diajak belajar di Teluk Sepang dan Taman Wisata Alam Pantai Panjang—dua lokasi yang memperlihatkan kontras antara alam yang harusnya dilindungi dan ancaman industri ekstraktif yang dilegalkan negara.

Baca Juga :  Komunitas Driver Online Menuju kekuatan Sosial Baru Di Bengkulu

Pada hari pertama, pelajar menyaksikan langsung kondisi pesisir Teluk Sepang. Air laut yang keruh, debu batubara, serta cerita warga tentang ISPA menjadi pelajaran nyata tentang harga mahal listrik berbasis batubara. Di lokasi yang sama, peserta juga diperkenalkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di sekolah PAUD Teluk Sepang—sebuah simbol perlawanan kecil terhadap dominasi energi kotor.

Hari kedua di Pantai Panjang diisi dengan diskusi krisis iklim dan transisi energi. Di sini, kritik terhadap negara semakin menguat. Negara dinilai terlalu nyaman berbicara transisi, namun enggan mengambil keputusan tegas menghentikan PLTU yang jelas-jelas merusak.

“Generasi muda dipaksa menanggung dampak dari keputusan energi yang tidak mereka buat,” tegas Paet Lubis.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB