NARASIDEMOKRASI – Puing-puing bangunan hangus kini menyelimuti SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Pasca insiden kebakaran hebat beberapa waktu lalu, aktivitas belajar-mengajar di sekolah ini menjadi kurang aktif. Tak tanggung-tanggung, si jago merah menyapu bersih delapan lokal bangunan meliputi tujuh ruang kelas tempat siswa menimba ilmu serta satu unit gudang.
Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu bergerak cepat. Demi mengembalikan senyum para siswa dan memulihkan ruang kelas mereka, Disdikbud resmi mengetuk pintu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengajukan proposal revitalisasi.
Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengakatan bahwa langkah penyelamatan fisik sekolah tersebut sudah mulai berjalan. Berdasarkan kalkulasi di lapangan, biaya pemulihan total fasilitas yang terbakar dinilai tidak sedikit.
“Kami sudah mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk revitalisasi delapan lokal yang terbakar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu,” kata Ilham, Senin (17/07/2026).
Ia juga menjelaskan, dari beberapa kerusakan yang ada di sekolah tersebut, dibutuhkan revitalisasi sebesar dua miliar.
“Jika dihitung dari tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami, kebutuhan anggaran untuk revitalisasi diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar,” jelasnya.
Angka tersebut menjadi tumpuan utama agar ruang-ruang kelas yang kini menyisakan arang bisa berdiri kokoh kembali.
Sehingga, lanjut Ilham, ia menaruh harapan besar agar Kemendikdasmen dapat memprioritaskan bantuan ini sehingga masa-masa keprihatinan siswa SMPN 19 Bengkulu tidak berlangsung berlarut-larut.
“Kami sangat berharap revitalisasi ini bisa segera dimulai. Bantuan ini penting agar kegiatan belajar-mengajar kembali normal dan para siswa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” pungkas Ilham.
Sembari menunggu sinyal hijau dan kucuran dana dari pemerintah pusat, Disdikbud memastikan akan terus mengawal proses ini. Di sisi lain, pihak sekolah dituntut memutar otak untuk mencari skema pembelajaran sementara, memastikan hak belajar para murid tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sarana.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius








