NARASIDEMOKRASI – Kejuaraan Menembak Tingkat Provinsi Bengkulu yang digelar Yonif 144/Jaya Yudha di Kabupaten Rejang Lebong menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet menembak di Provinsi Bengkulu. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (16/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026) itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pencarian atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Kegiatan tersebut dibuka langsung dengan dihadiri Ketua Umum Pengurus Provinsi Perbakin Bengkulu, Jeffri Subarkah, S.Kom, jajaran TNI, pemerintah daerah, atlet menembak, hingga peserta dari berbagai kategori. Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kelas menembak untuk pelajar, umum, dan eksekutif.
Ketua Umum Pengprov Perbakin Bengkulu, Jeffri Subarkah mengatakan, kejuaraan menembak yang digelar Danyonif 144/Jaya Yudha menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas atlet menembak di Bengkulu. Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat dibutuhkan karena dapat menjadi tolak ukur hasil latihan atlet selama ini.
“Kejuaraan ini menjadi bagian penting untuk evaluasi hasil latihan para atlet menembak di Provinsi Bengkulu. Dari sini kita bisa melihat kemampuan atlet yang nantinya dipersiapkan untuk event lebih besar,” kata Jeffri.
Ia menjelaskan, Pengprov Perbakin Bengkulu saat ini mulai fokus melakukan pembinaan jangka panjang guna menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk PON 2028. Karena itu, setiap kejuaraan yang digelar akan menjadi sarana seleksi dan pembinaan atlet potensial.
Menurut Jeffri, Bengkulu memiliki banyak atlet berbakat di cabang olahraga menembak. Namun, untuk menciptakan atlet berprestasi diperlukan jam terbang serta kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.
“Melalui kejuaraan seperti ini, kita berharap lahir atlet-atlet baru yang nantinya bisa dibina lebih lanjut hingga ke PB Perbakin di Jakarta,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Yonif 144/Jaya Yudha yang dinilai konsisten mendukung pengembangan olahraga menembak di Bengkulu. Sinergi antara TNI dan Perbakin disebut menjadi kekuatan penting dalam membangun prestasi olahraga di daerah.
Selain menjadi ajang pembinaan atlet, kejuaraan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga menembak. Selama ini, olahraga menembak dinilai masih belum terlalu populer dibanding cabang olahraga lain.
Namun dengan adanya kejuaraan terbuka yang melibatkan pelajar hingga masyarakat umum, olahraga menembak mulai mendapat perhatian lebih besar dari masyarakat Bengkulu.
Sementara itu, mewakili Bupati Rejang Lebong, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rejang Lebong, Rezza Fakhlevie, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia menilai kegiatan itu sangat positif di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
“Sepanjang saya menjabat Kadispora, baru kali ini ada kegiatan kejuaraan menembak. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkap Rezza.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini sangat penting karena tidak hanya meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kegiatan positif.
Rezza berharap ke depan kejuaraan serupa bisa terus dilaksanakan secara rutin sehingga olahraga menembak di Bengkulu semakin berkembang.
Di sisi lain, Komandan Batalyon Yonif 144/Jaya Yudha, Letnan Kolonel Infanteri Al Muttaqin, S.AP., MM., M.TR.MIL mengatakan pihaknya ingin memberikan ruang bagi atlet menembak di Bengkulu untuk terus berkembang.
Menurutnya, TNI memiliki komitmen mendukung kegiatan olahraga yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini mampu memotivasi atlet dan melahirkan bibit-bibit atlet baru di Provinsi Bengkulu,” ujar Muttaqin
Ia mengatakan, olahraga menembak membutuhkan konsentrasi, disiplin, dan mental yang kuat. Karena itu, pembinaan sejak dini sangat penting dilakukan agar atlet memiliki kemampuan yang matang.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









