NARASIDEMOKRASI – Penyematan Pin Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Bengkulu bukan sekadar simbol. Lebih dari itu, pin tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pegawai memikul tanggung jawab besar menjaga marwah institusi.
Apel gabungan yang digelar Kamis (12/2) itu diikuti seluruh jajaran, mulai pejabat struktural hingga pegawai. Penyematan pin dilakukan langsung oleh Kepala Kejati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar.
Predikat WBBM yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan reformasi birokrasi. Namun, Victor menegaskan bahwa capaian tersebut harus terus dijaga.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya dalam amanat apel .
Menurut Victor, tantangan ke depan tidak ringan. Masyarakat semakin kritis dan menuntut pelayanan yang transparan. Oleh sebab itu, seluruh unit kerja diminta memperkuat pengawasan internal.
Ia juga menekankan pentingnya nilai BerAKHLAK sebagai pedoman kerja. Tanpa integritas, predikat WBBM hanya akan menjadi gelar kosong.
Victor berharap, budaya kerja bersih tidak hanya terasa saat penilaian berlangsung. Tetapi benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari.
Penyematan pin ini sekaligus menjadi pengingat bahwa reputasi institusi ditentukan oleh tindakan nyata, bukan hanya dokumen administrasi.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









