Tak Lagi Jual Mentah, Petani Kopi Lebong Diajak Berdaulat Lewat Kopi Merah Putih

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Kopi Merah Putih memberi harapan baru bagi petani kopi Lebong untuk tidak lagi menjual mentah dan memperoleh nilai tambah dari hasil kebun mereka.

Program Kopi Merah Putih memberi harapan baru bagi petani kopi Lebong untuk tidak lagi menjual mentah dan memperoleh nilai tambah dari hasil kebun mereka.

NARASIDEMOKRASI – Harapan baru tumbuh di tengah kebun kopi Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong. Program Kopi Merah Putih yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadi angin segar bagi petani kopi yang selama ini bergulat dengan harga tak menentu.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa program ini lahir dari aspirasi petani. Pemerintah tidak ingin petani hanya bekerja keras di kebun, tetapi tetap berada di posisi paling lemah dalam rantai perdagangan.

“Petani kita jangan hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku utama, dari kebun sampai ke pasar,” ujar Helmi.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar petani kopi di Kabupaten Lebong menjual hasil panennya dalam bentuk gelondongan atau biji mentah. Akibatnya, nilai tambah dinikmati pihak lain, sementara petani menerima harga yang sering kali tidak stabil.

Program Kopi Merah Putih hadir untuk mengubah pola tersebut. Pada tahap awal, program ini dikembangkan di lahan seluas 20 hektare dengan pendampingan intensif. Petani tidak hanya diajak menanam, tetapi juga diajari cara meningkatkan kualitas, mengolah hasil panen, hingga memahami pasar.

Baca Juga :  MAPEL Bengkulu Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Depan Kawal Kerusakan Lingkungan

Ketua Kelompok Tani Argo Mulya, Slamet, menyambut baik program tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini petani sangat membutuhkan pendampingan nyata, bukan sekadar bantuan sesaat.

“Kami berharap tidak hanya dibantu tanam. Kami ingin dibimbing sampai benar-benar menghasilkan dan bisa menjual dengan harga yang layak,” kata Slamet.

Menurut Slamet, salah satu kebutuhan mendesak petani adalah alat dan mesin pertanian (alsintan). Peralatan yang memadai diyakini dapat mempercepat proses kerja dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Gubernur Helmi Hasan merespons langsung aspirasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pendampingan tidak akan berhenti di awal program. Pemerintah akan memastikan petani mendapat akses teknologi dan peralatan yang dibutuhkan sesuai kemampuan daerah.

“Kalau mau hasil bagus, alatnya harus mendukung. Ini akan kita perjuangkan bersama,” ucap Helmi.

Baca Juga :  Fakta Persidangan: Enam Saksi Mengaku Tidak Pernah Menyusun AMDAL PT Ratu Samban Mining

Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi petani untuk belajar mengelola usaha secara lebih profesional. Petani didorong memahami pengemasan, branding, dan pemasaran agar produk kopi mereka memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dengan pengolahan yang baik, Kopi Merah Putih diharapkan menjadi identitas baru kopi rakyat Bengkulu. Produk ini tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi simbol kemandirian petani.

Program ini juga menumbuhkan optimisme baru di kalangan petani muda. Banyak anak muda desa yang mulai melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan turun-temurun.

“Kalau kopi bisa diolah sendiri dan harganya bagus, anak muda tidak perlu ke kota,” ujar salah seorang petani muda.

Melalui Program Kopi Merah Putih, pemerintah berharap kesejahteraan petani meningkat secara nyata. Bukan hanya pendapatan yang naik, tetapi juga martabat dan posisi tawar petani di pasar.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
CV Mandiri Sejahtera Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Kerugian Perusahaan 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Berita Terbaru