NARASIDEMOKRASI – Suasana halaman SMA Negeri 1 Kepahiang berubah bak pesta rakyat. Teriakan gembira, senyum warga, dan hidangan tradisional menyambut kedatangan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam acara syukuran program Jalan Mulus, Selasa 30 Desember 2025.
Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan dua ekor kerbau sebagai simbol rasa syukur. Kerbau, yang selama ini menjadi ikon kekuatan dan kerja keras petani, dipilih sebagai lambang keberhasilan pembangunan jalan yang kini benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini ungkapan hati masyarakat,” ujar seorang tokoh adat Kepahiang.
Helmi Hasan tampak terharu melihat sambutan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka syukuran digelar semeriah itu.
“Saya kira acara sederhana. Ternyata luar biasa. Ini tanda masyarakat memang merasakan manfaatnya,” kata Helmi.
Menurut Helmi, pembangunan jalan bukan soal mengejar target proyek, melainkan menjawab kebutuhan dasar rakyat. Ia menyebut banyak warga desa yang sebelumnya kesulitan membawa hasil panen karena jalan rusak. Kini, waktu tempuh lebih singkat dan biaya angkut jauh berkurang.
“Petani itu butuh jalan bagus, bukan janji,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Helmi kembali menegaskan komitmen menyelesaikan seluruh jalan dan jembatan kewenangan provinsi di Kepahiang pada tahun depan. Ia meminta masyarakat ikut mengawasi agar kualitas pembangunan tetap terjaga.
Selain infrastruktur, Helmi mengumumkan tambahan 14 ambulans gratis untuk Kepahiang. Ambulans tersebut akan ditempatkan di desa-desa dan siap melayani warga tanpa biaya.
“Kalau ada warga sakit tengah malam, ambulans harus jalan. Jangan tanya uang,” ujarnya.
Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyebut program “Bantu Rakyat” yang digagas Helmi Hasan sangat terasa dampaknya. Jalan mulus, ambulans gratis, sekolah gratis, hingga BPJS gratis dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat kecil.
“Belum setahun, tapi dampaknya nyata,” kata Zurdi.
Ia menilai sinergi antara Pemprov Bengkulu dan Pemkab Kepahiang berjalan baik. Komunikasi yang lancar membuat program cepat direalisasikan.
Acara syukuran ditutup dengan doa bersama. Warga berharap pembangunan tidak berhenti di jalan, tetapi berlanjut ke sektor lain demi kesejahteraan Kepahiang.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








