Diduga Tak Miliki Surat Hibah, Pembangunan Rabat Beton Dana Desa Sukarami Disegel Warga

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 21:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 di Desa Sukarami, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Kamis (30/10/25). (foto: Fraky Yudiansyahnarasidemokrasi.com/)

Kondisi jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 di Desa Sukarami, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Kamis (30/10/25). (foto: Fraky Yudiansyahnarasidemokrasi.com/)

Kaur – Pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 di Desa Sukarami, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, menuai polemik. Proyek yang seharusnya menjadi akses vital bagi masyarakat ini justru disegel oleh warga setempat, Kamis (30/10/25).

Penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakjelasan status lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan tersebut.

Menurut keterangan sejumlah warga yang dikutip dari pemberitaan Aksara24.com, penyegelan dilakukan karena pemerintah desa (Pemdes) Sukarami dinilai tidak transparan terkait keberadaan surat hibah lahan. Warga menilai bahwa sebelum pembangunan dimulai, Pemdes seharusnya telah mengantongi surat hibah dari pemilik lahan yang sah.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengusulkan kepada Kepala Desa Sukarami, Armansyah, agar jalan di areal persawahan yang rusak segera diperbaiki. Namun, usulan tersebut tidak mendapat tanggapan. Sikap kepala desa yang dianggap tidak responsif itu membuat sebagian warga pemilik lahan merasa kecewa hingga akhirnya melakukan penutupan dan penyegelan lokasi pembangunan.

Baca Juga :  Kapolres Lebong Pimpin Langsung Gotong Royong Pasca Banjir, TNI-Polri Turun Bersama Warga

“Kami sangat mendukung pembangunan di desa kami, tapi kami juga tidak ingin pembangunan ini menimbulkan masalah di kemudian hari. Kami ingin kejelasan status lahan terlebih dahulu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga mengaku telah berulang kali menanyakan soal surat hibah kepada pihak Pemdes. Namun hingga proyek berjalan dan jalan rabat beton hampir rampung, dokumen hibah yang dimaksud belum juga diperlihatkan. Hal inilah yang akhirnya memicu kemarahan warga dan berujung pada tindakan penyegelan.

“Kami sudah coba bicara baik-baik dengan Pemdes, tapi tidak ada respon memuaskan. Karena itu, kami sepakat untuk menyegel pembangunan ini sampai ada kejelasan,” tegas warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukarami, Armansyah, saat dikonfirmasi terkait penyegelan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat juga belum mendapat jawaban.

Baca Juga :  Rachman Ditunjuk Sebagai Plt Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong

Penyegelan pembangunan jalan rabat beton ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama transportasi kini terblokir, menghambat kegiatan warga sehari-hari. Masyarakat berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar pembangunan bisa dilanjutkan dan manfaatnya segera dirasakan bersama.

Warga juga meminta pihak Kecamatan Kaur Tengah turun tangan. Mereka berharap Camat segera memanggil Kepala Desa dan pihak terkait untuk melakukan mediasi. “Kami akan segera memediasi antara warga dan Pemdes Sukarami. Harapan kami masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar salah satu warga.

Kasus penyegelan pembangunan jalan rabat beton di Desa Sukarami, Kecamatan Kaur Tengah, kini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga meminta agar pihak berwenang segera turun ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan ini agar kejadian serupa tidak terulang di desa lain.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB