341 KK Desa Lubuk Bingin Baru Menanti Jembatan Perintis Garuda

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong, telah mencapai 69 persen. Meski menunjukkan perkembangan positif, proyek ini sekaligus membuka fakta bahwa akses infrastruktur dasar masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah pedesaan.

Selama bertahun-tahun masyarakat harus berjuang dengan keterbatasan akses yang berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas sehari-hari. Karena itu, kehadiran Jembatan Garuda menjadi harapan besar bagi 341 kepala keluarga atau 621 jiwa yang tinggal di desa tersebut.

Pembangunan jembatan merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui Kodim 0409/Rejang Lebong.

Baca Juga :  Berlian Utama Turun Langsung ke Kinal Jaya, Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas Utama

Saat ini, pengerjaan memasuki tahap pengecoran pondasi sebagai bagian penting dari struktur jembatan.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, mengatakan pihaknya terus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, semangat masyarakat yang ikut bergotong royong menjadi salah satu faktor utama percepatan pembangunan.

Namun di sisi lain, kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat desa masih sering bergantung pada inisiatif berbagai pihak untuk mendapatkan infrastruktur yang layak. Kritik terhadap lambannya pemerataan pembangunan pun kembali mencuat.

Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus membangun pusat kota, tetapi juga memberikan perhatian yang sama kepada desa-desa yang menjadi tulang punggung sektor pertanian dan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Mantan Pacar Dugaan Kasus Pembakaran Jalani Pemeriksaan Intensif di Polresta Bengkulu

Jika jembatan ini selesai, maka akses warga menuju lahan pertanian, sekolah, dan pusat pelayanan akan jauh lebih mudah dan aman.

Selain mempercepat mobilitas, jembatan juga diyakini mampu meningkatkan perputaran ekonomi desa karena distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar.

Gotong royong yang dilakukan masyarakat bersama TNI menjadi gambaran kuat bahwa warga sebenarnya siap maju. Yang dibutuhkan hanyalah dukungan infrastruktur yang memadai dan keberpihakan pembangunan yang merata.

Karena itu, Jembatan Garuda bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan simbol perjuangan masyarakat desa untuk mendapatkan hak yang sama dalam menikmati hasil pembangunan.

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
CV Mandiri Sejahtera Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Kerugian Perusahaan 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Berita Terbaru