Tradisi Muang Apem di Lebong, Simbol Warisan Budaya Rejang yang Terus Dilestarikan

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Muang Apem di Desa Semelako Atas, Kecamatan Lebong Tengah, dan Kecamatan Bingin Kuning, tepatnya di lokasi yang disebut warga dengan nama Benei Libea, Kamis (09/10/25). (foto: Aan Ade Putranarasidemokrasi.com/)

Tradisi Muang Apem di Desa Semelako Atas, Kecamatan Lebong Tengah, dan Kecamatan Bingin Kuning, tepatnya di lokasi yang disebut warga dengan nama Benei Libea, Kamis (09/10/25). (foto: Aan Ade Putranarasidemokrasi.com/)

Lebong – Kegiatan tradisi budaya lokal yang masih melekat di Kabupaten Lebong adalah “Kedurai Apem” atau yang lebih dikenal masyarakat setempat dengan istilah “Muang Apem”.

Tradisi ini digelar di Desa Semelako Atas, Kecamatan Lebong Tengah, dan Kecamatan Bingin Kuning, tepatnya di lokasi yang disebut warga dengan nama Benei Libea, Kamis (09/10/25).

Benei Libea merupakan dataran pasir luas yang terletak di antara Desa Bungin dan Desa Semelako. Di tengah hamparan itu tumbuh sebuah pohon beringin berdaun kuning yang disebut warga sebagai Bingin Kuning.

Kedurai Apem merupakan tradisi dari empat desa, yakni Desa Semelako, Bungin, Pungguk Pedaro, dan Karang Dapo. Menurut kepercayaan masyarakat, nenek moyang warga dari empat desa tersebut berasal dari Desa Trasmambang yang diyakini tenggelam di lokasi itu. Seiring berjalannya waktu, ritual Kedurai Apem berkembang menjadi budaya turun-temurun di Kabupaten Lebong dan digelar setiap tahun.

Baca Juga :  Gercep! Ketua DPD RI Langsung Telepon MenPAN RB dan Kepala BKN Tindaklanjuti Aspirasi Guru Honorer Bengkulu

Bupati Lebong, Azhari, yang hadir langsung dalam upacara adat Muang Apem di Benei Libea menyampaikan bahwa tradisi tersebut merupakan kekayaan budaya unik yang dimiliki masyarakat suku Rejang dan tidak dimiliki oleh daerah lain.

Baca Juga :  TMMD Reguler ke-126 Resmi Dibuka di Bengkulu Utara, Bukti Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Desa

“Untuk itu, saya mengimbau agar budaya ini terus dilestarikan karena merupakan kekayaan daerah yang tidak setiap daerah memilikinya,” ujar Bupati Azhari.

Ia menambahkan, tradisi Muang Apem juga menjadi sarana menjaga serta melestarikan adat dan budaya yang mencerminkan masyarakat berakhlak, beretika, dan beradab, sebagaimana harapan bersama untuk masyarakat Lebong di bumi Swarang Patang Stumang.

Terpantau di lokasi, kegiatan Kedurai Apem kali ini dihadiri Sekda Lebong, para kepala OPD, Kapolres Lebong, Camat Bingin Kuning, Camat Lebong Tengah, para kepala desa, tokoh adat, serta ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Selasa, 8 September 2026 - 16:46 WIB

Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu

Berita Terbaru