Tarif Ekspor RI ke AS Turun Jadi 19 Persen, Sultan: Momentum Emas Perkuat Koperasi Desa

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Kabar menggembirakan datang dari jalur diplomasi dagang Indonesia–Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia berhasil menekan potensi tarif ekspor sebesar 32 persen yang sebelumnya diwacanakan menjadi 19 persen.

Tak hanya itu, Indonesia juga memperoleh fasilitas tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas strategis, mulai dari minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.819 pos tarif mendapatkan akses preferensial tersebut. Artinya, peluang produk Indonesia menembus pasar Amerika Serikat semakin terbuka lebar.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menilai capaian ini bukan sekadar angka penurunan tarif. Lebih dari itu, menurutnya, kesepakatan dagang ini menjadi momentum besar untuk memperkuat perekonomian nasional berbasis koperasi di desa-desa.

“Capaian diplomasi dagang Presiden Prabowo akan memberikan dampak nyata pada pengembangan Koperasi Merah Putih dan secara langsung menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor riil Indonesia,” ujar Sultan dalam keterangan resminya, Minggu (21/02).

Baca Juga :  Polisi Dalami Barang Bukti dan Ponsel Terduga KKB Intan Jaya, Jaringan Kelompok Bersenjata Diburu

Ia menegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, keberhasilan negosiasi ini menjadi bukti kepiawaian Indonesia menjalankan politik bebas aktif. Di satu sisi, Indonesia mampu menjaga hubungan baik dengan negara-negara maju, di sisi lain tetap mempertahankan kepentingan nasional.

Menurut Sultan, selisih tarif dari 32 persen menjadi 19 persen sangat menentukan daya saing harga produk Indonesia di pasar global, khususnya Amerika Serikat. Bahkan, untuk komoditas dengan tarif 0 persen, peluang ekspor diperkirakan melonjak signifikan.

Minyak sawit dan kakao, misalnya, selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Dengan beban tarif lebih rendah, produk-produk tersebut akan semakin kompetitif dibanding negara pesaing. Begitu pula dengan komponen elektronik dan semikonduktor yang kini menjadi sektor strategis dunia.

Namun Sultan mengingatkan, peluang besar ini tidak boleh dibiarkan tanpa strategi lanjutan. Pemerintah daerah diminta bergerak cepat menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas unggulan di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Musda VI PHRI Bengkulu Buka Peluang Pemimpin Baru untuk Majukan Pariwisata Daerah

“Pemda harus proaktif menyambut kado diplomatik ini dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam konteks persaingan global, selisih tarif sangat menentukan daya saing harga,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika koperasi desa diperkuat sebagai basis produksi dan distribusi, maka manfaat penurunan tarif tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar. Petani, pekebun, hingga pelaku UMKM di desa juga akan merasakan dampaknya secara langsung.

Dengan akses pasar yang lebih luas dan tarif yang lebih ringan, rantai produksi dalam negeri bisa diperluas. Industri pengolahan di daerah pun berpotensi tumbuh. Dari situ, efek berantai berupa penciptaan lapangan kerja baru akan muncul.

Sultan optimistis, apabila pemerintah pusat dan daerah bergerak selaras, maka capaian diplomasi dagang ini akan menjadi salah satu tonggak penting penguatan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

“Ini bukan sekadar kesepakatan dagang, tapi peluang mempercepat kemandirian ekonomi desa,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
CV Mandiri Sejahtera Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Kerugian Perusahaan 
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:05 WIB

Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional

Berita Terbaru