PH Soroti Metode Hitung Kerugian Negara dalam Kasus PTM–Mega Mall

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Perkara dugaan korupsi kebocoran PAD PTM dan Mega Mall memasuki babak baru setelah Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan terhadap para terdakwa dari PT Tigadi Lestari. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Bengkulu, jaksa menyebut kerugian negara mencapai Rp194 miliar.

Namun, sorotan tajam datang dari tim penasihat hukum. Mereka tidak hanya mempermasalahkan besaran angka, tetapi juga metode penghitungan yang digunakan.

Penasihat Hukum PT Tigadi Lestari, Aditiya Sembada, menyebut sejak awal pihaknya telah mempertanyakan dasar penghitungan tersebut di persidangan.

“Sejak awal kami sudah mempersoalkan metode dan prosedur penghitungan kerugian negara. Kami menilai ada cacat prosedur,” ujarnya.

Baca Juga :  Ziarah Nasional HUT ke-80 TNI di Rejang Lebong, Bupati Fikri: Teladani Semangat Juang Pahlawan

Menurut Aditiya, angka Rp194 miliar yang dijadikan dasar tuntutan tidak didukung alat bukti yang sah sebagaimana terungkap dalam persidangan.

Ia menegaskan, tidak ada kerugian riil yang bisa dibuktikan. PTM dan Mega Mall disebut masih berdiri, aset masih utuh, serta tidak ada kehilangan fisik.

“Tidak ada kerugian negara seperti yang didalilkan. Bangunan dan tanah masih ada. Tidak ada yang hilang,” katanya.

Tim PH juga menilai bahwa belum adanya realisasi bagi hasil tidak bisa serta-merta diartikan sebagai kerugian negara.

“Bagi hasil itu memang belum waktunya. Jadi tidak tepat jika langsung disebut merugikan negara,” tambahnya.

Baca Juga :  Tetap Bisa Jualan, Pedagang Pasar Panorama Direlokasi ke Pasar Subuh Jalan Kedondong

Dalam tuntutannya, jaksa menuntut pidana penjara hingga delapan tahun dan pembayaran uang pengganti. Tim PH menilai tuntutan tersebut terlalu jauh dari fakta persidangan.

“Kami kecewa dengan tuntutan ini. Fakta sidang tidak mencerminkan adanya kerugian negara seperti yang dituduhkan,” tegas Aditiya.

Pihaknya memastikan akan menguraikan seluruh bantahan secara detail dalam nota pembelaan pada sidang berikutnya. Harapannya, majelis hakim dapat menilai perkara ini secara objektif dan proporsional.

Sidang selanjutnya akan digelar dengan agenda pembacaan pledoi dari para terdakwa.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB