NARASIDEMOKRASI – Taman Wisata Mangrove Bhadrika tampak berbeda pada Sabtu pagi, 29 November 2025. Bendera komunitas, spanduk perayaan, dan ratusan orang yang berkumpul menunjukkan geliat organisasi baru yang semakin diperhitungkan di Bengkulu. Transportasi Mobil Online (TMO), komunitas pengemudi angkutan berbasis aplikasi, merayakan ulang tahunnya yang kedua dengan semangat baru untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan para anggotanya.
Sejak berdiri pada 2023, TMO telah menjelma dari sekedar perkumpulan para driver menjadi organisasi yang terstruktur dan solid. Dengan jumlah anggota yang mencapai 90 orang—70 di antaranya aktif beroperasi di Bengkulu—TMO terbukti mampu tumbuh meski sektor transportasi online sering dilanda dinamika regulasi dan tekanan ekonomi.
Ketua Umum TMO, Andi Hartono, memimpin acara dengan pidato yang menggambarkan transformasi besar komunitas ini.
“Dua tahun bukan perjalanan panjang, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa TMO lahir dari kebutuhan nyata para driver. Kami menjadi wadah perjuangan, solidaritas, dan rumah besar bagi para pengemudi yang berjuang setiap hari di jalanan,” ujarnya di hadapan para tamu.
Perayaan ulang tahun kedua bukan semata-mata seremoni. Andi menegaskan bahwa TMO kini semakin tegas mengambil posisi sebagai kekuatan advokasi yang menyuarakan kebutuhan para pengemudi.
“Banyak kebijakan yang belum berpihak kepada driver. Kami ada di sini untuk memperjuangkan perubahan itu,” tegasnya.
Isu pertama yang mereka bawa adalah tuntutan agar pemerintah menghapus diskon di platform angkutan online yang terbukti merugikan driver. Diskon seringkali dipotong langsung dari pendapatan tanpa transparansi yang jelas.
Selain itu, TMO menyoroti persoalan klasik yang tak kunjung selesai di Bengkulu: kelangkaan BBM. Fenomena ini membuat pengemudi terkadang kehilangan jam kerja hanya untuk mengantre di SPBU.
Masalah ketiga ialah infrastruktur. Jalan-jalan yang rusak membuat pengeluaran driver untuk perbaikan kendaraan meningkat drastis. Bagi komunitas yang hidup dari setoran harian, kerusakan semacam ini bukan sekedar ketidaknyamanan, tetapi ancaman terhadap keberlanjutan pekerjaan.
Kehadiran salah satu anggota DPRD Kota Bengkulu dalam anniversary kali ini menjadi sinyal bahwa TMO sudah mulai dipandang sebagai entitas sosial yang layak diajak berdiskusi.
Momen ini dimanfaatkan TMO untuk menyampaikan keluhan dan data lapangan. Mereka tidak ingin hanya mengeluh di media sosial, tetapi membangun komunikasi formal dengan pembuat kebijakan.
“Jika organisasi kami didengar, dampaknya akan langsung dirasakan oleh ribuan keluarga yang hidup dari sektor transportasi online,” tegas Andi.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









