NARASIDEMOKRASI – Kabupaten Bengkulu Utara kembali menorehkan kebanggaan. Dua pelajar berprestasi dengan Intelligence Quotient (IQ) di atas 120 terpilih mengikuti program khusus yang membuka jalan menuju karier strategis sebagai penerbang Tentara Nasional Indonesia.
Mereka adalah Muhammad Rafly Azmi Putra, siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Utara, dan Alvin Andra Aulia Bintang, siswa MAN 1 Bengkulu Utara.
Keduanya dijadwalkan diterbangkan ke Wadebay, Maluku, untuk menyaksikan langsung latihan terintegrasi TNI Angkatan Udara. Program ini merupakan bagian dari upaya penjaringan talenta unggul nasional, sekaligus pengenalan dini dunia kedirgantaraan militer kepada generasi muda berpotensi tinggi.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0423 Bengkulu Utara, Letkol Czi Muhamad Jumali, menegaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung dari pimpinan tertinggi TNI.
“Ini merupakan arahan dari Panglima TNI, sesuai petunjuk Bapak Presiden,” ujarnya, Kamis 25 Desember 2025. Pernyataan ini menandai keseriusan negara dalam menyiapkan kader penerbang sejak usia sekolah.
Menurut Dandim, proses seleksi tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga integritas, kedisiplinan, serta dukungan keluarga. Pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan orang tua kedua pelajar guna memastikan kesiapan mental dan sosial.
“Kedepan, jika yang bersangkutan berminat, akan diarahkan menjadi penerbang TNI,” kata Jumali.
Keberangkatan Rafly dan Alvin ke Maluku menjadi simbol kesempatan emas bagi pelajar daerah untuk menembus jalur prestisius pertahanan negara. Kehadiran mereka di arena latihan terintegrasi diharapkan membuka wawasan tentang teknologi pertahanan, budaya disiplin militer, serta tanggung jawab menjaga kedaulatan udara.
Pihak sekolah masing-masing menyambut baik kabar ini. Mereka menilai program tersebut sebagai bentuk pengakuan negara terhadap potensi intelektual siswa yang ada di daerah yang selama ini kerap luput dari sorotan nasional.
“Ini membuktikan bahwa Bengkulu Utara mampu melahirkan talenta unggul setara dengan daerah lain,” ujar salah satu pendidik.
Bagi Rafly dan Alvin, kesempatan ini bukan hanya perjalanan geografis, melainkan lompatan mimpi. Keduanya mengaku termotivasi untuk menjaga prestasi, kesehatan, dan kedisiplinan. Mereka berharap dapat mengabdi kepada negara melalui jalur penerbangan militer, profesi yang menuntut ketangguhan fisik, kecerdasan, dan loyalitas tinggi.
Program ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pendidikan berkualitas, dukungan keluarga, dan pembinaan negara dapat bersinergi mencetak generasi emas. Bengkulu Utara pun patut berbangga, karena dari daerah inilah calon penjaga langit Nusantara mulai disemai.









