NARASIDEMOKRASI – Persiapan pelaksanaan Festival Tabut 2026 mulai dimatangkan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Meski tahun ini anggaran mengalami penurunan drastis dari lebih Rp1 miliar menjadi sekitar Rp500 juta, pelaksanaan event budaya tahunan itu dipastikan tetap berjalan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Halim, mengatakan saat ini persiapan administrasi hingga teknis terus dilakukan secara paralel.
“Secara administrasi kami sedang dalam proses penyesuaian anggaran agar ada kesesuaian antara kebutuhan lapangan dan dana yang tersedia. Ini dilakukan terkait efisiensi anggaran, juga persiapan kepanitiaan, surat menyurat dan lain-lain, yang kesemuanya berjalan secara paralel,” kata Alpha, saat dihubungi, Jumat (08/05/2026).
Selain administrasi, berbagai koordinasi teknis juga telah dilakukan dengan sejumlah pihak terkait guna memastikan Festival Tabut 2026 berjalan lancar.
“Secara teknis, kami telah melakukan presentasi di Kejaksaan Tinggi bidang Datun karena memang bidang Datun yang memberikan pendampingan. Kita juga telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait langsung seperti KKT Bencoolen, Ketab, talent dan lainnya,” terangnya.
L
Tak hanya itu, Dinas Pariwisata juga mulai membangun koordinasi dengan aparat keamanan.
“Sudah ada pertemuan awal dengan pihak Polres dan Polda. Kami juga telah melaksanakan pitching terhadap promotor yang akan mengelola bazar,” tambahnya.
Alpha menjelaskan, Festival Tabut tahun ini juga tetap masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 sehingga pihaknya telah mengajukan proposal dukungan ke pemerintah pusat.
“Karena event ini masuk ke dalam 110 Kharisma Event Nasional, kami juga telah mengajukan proposal dukungan event Tabut 2026,” ujarnya.
Tahun ini, ujar Alpha,lokasi pelaksanaan Tabut 2026 dipastikan akan dipusatkan di kawasan Sport Centre Pantai Panjang Bengkulu.
“Dan tahun ini juga lokasi Tabut di Sport Centre Pantai Panjang,” jelas Alpha.
Terkait anggaran, Alpha menyebut total dana yang tersedia tahun ini berkisar Rp500 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan.
“Kurang lebih Rp500 juta, terdiri atas biaya produksi Rp200 juta, bantuan untuk KKT Bencoolen dan Ketab Rp25 juta, personel pengamanan Rp130 juta, makan minum lapangan dan rapat sekitar Rp100 juta, pendampingan hukum Rp15 juta, sisanya untuk cetak baliho, undangan dan lainnya,” paparnya.
Ia mengakui anggaran Festival Tabut tahun ini jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp1 miliar. Dampaknya pun cukup terasa pada sejumlah sektor pendukung kegiatan.
“Memang turun dari tahun lalu yang mencapai Rp1 miliar lebih, untuk anggaran sekarang jadi Rp500 juta. Imbasnya, penurunan di produksi, bantuan ke KKT Bencoolen dan Ketab, serta promosi seperti baleho dan lainnya,” ungkapnya.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, Pemprov Bengkulu kini berharap adanya dukungan dari pihak ketiga agar pelaksanaan Festival Tabut tetap maksimal.
“Untuk itu kita sangat mengharapkan pendukungan dari pihak ketiga, yang sebaiknya berupa barang atau jasa,” tutup Alpha.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









