NARASIDEMOKRASI – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII AMPI Provinsi Bengkulu menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan organisasi kepemudaan tersebut. Aan Julianda terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD AMPI Provinsi Bengkulu dan langsung menyampaikan arah baru gerakan organisasi.
Menurut Aan, AMPI akan difokuskan sebagai wadah kaderisasi yang serius. Salah satu program unggulan yang segera dijalankan adalah pembentukan sekolah politik untuk anak muda.
“Kalau ingin kader siap, prosesnya harus dimulai dari sekarang. Kita siapkan mereka melalui pendidikan politik yang terstruktur,” katanya.
Sebagai organisasi yang didirikan Partai Golkar, AMPI memiliki tanggung jawab untuk mendukung agenda partai. Namun, dukungan itu harus dibangun dari kader yang paham visi dan misi partai serta mengerti kebutuhan masyarakat.
Aan menegaskan, kader AMPI tidak boleh hanya menjadi penggembira politik. Mereka harus tampil sebagai aktor utama yang membawa gagasan perubahan.
“Kita ingin kader AMPI hadir di tengah masyarakat, memberi solusi dan terlibat langsung dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya distribusi kader ke posisi strategis. Keberhasilan kader sebelumnya yang kini menjabat sebagai Sekretaris Partai Golkar Provinsi Bengkulu menjadi bukti bahwa kaderisasi AMPI berjalan.
Aan sendiri memasang target ambisius. Ia ingin minimal 30 persen kader AMPI duduk di parlemen pada pemilu mendatang. Target itu bukan sekadar angka, tetapi bentuk keseriusan dalam membangun generasi pemimpin masa depan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP AMPI, Jerry Sambuaga, menekankan pentingnya kesinambungan program. Ia menyebut kepengurusan baru harus menjaga program baik yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi.
“Ini estafet kepemimpinan. Program bagus diteruskan, yang belum maksimal diperbaiki,” kata Jerry.
Ia mengingatkan, jumlah pemuda di Indonesia sangat besar. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan positif bagi partai dan bangsa.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









