NARASIDEMOKRASI – Membludaknya pengunjung saat Festival Tabut 2026 diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya volume sampah. Mengantisipasi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu menyiapkan operasi kebersihan khusus dengan personel yang bekerja setiap hari, termasuk pengangkutan sampah pada dini hari hingga menjelang subuh.
Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penumpukan sampah. Di lokasi tersebut akan ditempatkan kontainer sampah serta petugas kebersihan untuk mempercepat penanganan.
“Kami telah menyiapkan personel khusus dan kontainer sampah di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan agar sampah yang dihasilkan selama Festival Tabut dapat segera ditangani dan tidak menumpuk di kawasan kegiatan,” kata Anshar, Selasa (16/06/2026).
Anshar menjelaskan, petugas akan melakukan penyapuan kawasan festival setiap pagi, sedangkan armada pengangkut sampah akan beroperasi setelah aktivitas pengunjung berakhir, yakni pada dini hari hingga menjelang subuh. Pola ini diterapkan agar proses pembersihan tidak mengganggu jalannya festival.
Selain itu, DLH juga telah berkoordinasi dengan panitia untuk menyediakan akses khusus bagi kendaraan operasional. Dengan begitu, armada pengangkut dapat langsung masuk ke area festival dan mempercepat proses pengangkutan sampah.
“Kami ingin memastikan kebersihan kawasan festival tetap terjaga selama pelaksanaan Tabut. Karena itu, selain menyiapkan personel dan sarana pendukung, kami juga membuka akses bagi armada kebersihan agar proses pengangkutan sampah dapat dilakukan secara optimal,” jelasnya.
DLH memastikan kesiapan personel dan sarana akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sebagai agenda budaya terbesar di Bengkulu, Festival Tabut diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









