NARASIDEMOKRASI – DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu mulai membuka pengambilan Surat Keputusan (SK) bagi penerima Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026. Sebanyak 1.513 siswa dari berbagai jenjang pendidikan tercatat sebagai penerima bantuan yang diperjuangkan melalui aspirasi anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu, Dodi Sukardi, mengatakan pengambilan SK menjadi tahapan penting sebelum proses pencairan bantuan pendidikan dilakukan.
Menurutnya, pihak partai telah menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui media sosial serta jaringan pengurus partai di tingkat kota hingga kecamatan agar para penerima segera melakukan pengurusan administrasi.
“Kami sudah mengumumkan daftar penerima. Bagi yang namanya tercantum, silakan datang ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu untuk mengambil SK,” kata Dodi, Jumat (5/6/2026).
Bantuan PIP tahun ini diberikan kepada 1.013 siswa SD, 383 siswa SMP, 58 siswa SMA, dan 60 siswa SMK yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bengkulu.
Dodi menjelaskan, banyak masyarakat yang menanyakan kapan dana bantuan dapat dicairkan. Ia menegaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap sehingga tidak semua penerima akan langsung menerima dana saat pembukaan rekening.
Meski demikian, ia memastikan bahwa siswa yang telah tercantum dalam daftar penerima memiliki peluang sangat besar untuk mendapatkan bantuan tersebut.
“Kalau namanya sudah masuk daftar, insyaallah 99 persen akan cair. Mungkin ada yang saat buka rekening dananya belum masuk karena proses penyaluran bertahap, tetapi bantuan tetap akan diterima,” jelasnya.
Menurut Dodi, mekanisme bertahap dilakukan karena jumlah penerima Program Indonesia Pintar di berbagai daerah sangat banyak. Oleh karena itu, pemerintah menyesuaikan proses pencairan agar berjalan tertib dan sesuai prosedur.
Ia mengimbau para orang tua dan siswa untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas terkait pencairan bantuan. Semua informasi resmi akan disampaikan melalui jalur yang telah ditentukan.
Selain itu, penerima juga diminta menyiapkan dokumen yang diperlukan agar proses administrasi berjalan lancar dan tidak mengalami kendala saat pencairan dana.
Program Indonesia Pintar merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan dengan baik.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari pembelian buku, seragam sekolah, alat tulis, biaya transportasi, hingga kebutuhan belajar lainnya.
Dodi berharap para penerima memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak dan benar-benar digunakan untuk menunjang pendidikan.
“Jangan digunakan untuk kebutuhan lain. Ini bantuan pendidikan yang harus dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MY Esti Wijayati yang telah memperjuangkan ribuan kuota PIP untuk pelajar di Kota Bengkulu.
Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









