NARASIDEMOKRASI – Polres Kediri Kota menghadirkan cara unik dan kreatif dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026. Melalui program Wayang Karton Sarana Edukasi (Waton Sae), anak-anak diajak belajar berbagai nilai positif melalui pertunjukan seni yang menghibur di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi edukasi yang menggabungkan seni pertunjukan dengan pembelajaran karakter bagi anak-anak. Dengan menggunakan media wayang karton, pesan-pesan penting disampaikan secara ringan, menarik, dan mudah dipahami.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, mengatakan bahwa Waton Sae merupakan program edukatif yang dirancang untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan.
Menurutnya, seni pertunjukan menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda tanpa terkesan menggurui.
“Wayang Karton Sarana Edukasi atau Waton Sae ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi anak-anak. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga menyampaikan berbagai pesan positif yang penting bagi tumbuh kembang generasi muda,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polri dan Bhayangkari untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat langsung.
Dalam pertunjukan tersebut, peran dalang dibawakan langsung oleh Kapolsek Kota Polres Kediri Kota, Kompol Bowo Wicaksono. Dengan kemampuan khusus yang dimilikinya, Kompol Bowo berhasil menghidupkan berbagai karakter wayang karton yang menarik perhatian anak-anak.
Melalui alur cerita yang sederhana dan interaktif, anak-anak diajak memahami berbagai persoalan yang sering mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bahaya penggunaan gadget secara berlebihan yang dapat berdampak pada kesehatan maupun perkembangan sosial anak.
Selain itu, pertunjukan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, memilih jajanan yang aman, serta membiasakan pola hidup sehat sejak usia dini.
Tidak hanya soal kesehatan, Waton Sae juga menyisipkan berbagai nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dikemas dalam cerita yang ringan sehingga mudah diterima oleh anak-anak.
Suasana pertunjukan semakin meriah karena para penonton cilik diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh wayang karton. Metode ini membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap adegan yang ditampilkan. Gelak tawa dan semangat mereka menunjukkan bahwa pesan edukatif yang disampaikan berhasil diterima dengan baik.
Kapolres Kediri Kota berharap program Waton Sae dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran kreatif yang mampu membangun karakter generasi muda sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui momentum HKGB ke-74 ini, kami berharap kegiatan seperti Waton Sae dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas, serta berkarakter,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengunjung pusat perbelanjaan. Banyak orang tua yang mengapresiasi pendekatan edukasi melalui seni karena dinilai lebih mudah diterima oleh anak-anak dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
Melalui inovasi seperti Waton Sae, Polres Kediri Kota menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga turut berperan dalam mendukung pendidikan karakter anak serta menciptakan kedekatan yang harmonis dengan masyarakat.
Program ini menjadi bukti bahwa edukasi dapat disampaikan dengan cara yang kreatif, humanis, dan menghibur, sehingga pesan-pesan positif dapat tertanam lebih kuat dalam diri generasi penerus bangsa.









