NARASIDEMOKRASI – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kualalangi, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara.
Pada Jumat, 29 Mei 2026, Babinsa Koramil 423-01/Ketahun, Serma Jumenak dan Sertu Surwanto memimpin pendampingan pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sarana vital bagi masyarakat desa.
Pembangunan jembatan ini tidak hanya melibatkan aparat TNI dan tenaga tukang, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari warga setempat yang secara sukarela ikut membantu pekerjaan di lapangan.
Menurut Serma Jumenak, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
“Kami terus bergotong royong bersama masyarakat agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan warga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para pekerja fokus melaksanakan pengangkutan material menuju titik pembangunan. Material yang didistribusikan digunakan untuk penyelesaian pondasi angkur dan pondasi tiang pilon yang menjadi bagian penting dalam konstruksi jembatan gantung.
Selain itu, proses perakitan besi pondasi di sisi tepi jauh juga terus berjalan. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan keamanan konstruksi.
Sebanyak 10 orang tukang terlibat aktif dalam pekerjaan tersebut. Mereka bekerja bersama masyarakat yang setiap hari datang membantu pembangunan secara bergiliran.
Ketersediaan material juga menjadi perhatian utama agar pekerjaan tidak terhambat. Berbagai kebutuhan konstruksi seperti batu gunung, pasir, batu split, semen, besi ulir hingga tali seling telah tersedia di lokasi.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, pada hari yang sama juga dilakukan penambahan material berupa 25 sak semen.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang bermanfaat bagi banyak orang.
Ke depan, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan akses menuju fasilitas pendidikan maupun layanan publik lainnya.









