Percikan Api hingga Warga Tersengat, PLN Dinilai Lalai Tangani Kabel Listrik Berbahaya di Sidodadi

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sidodadi Kepahiang kritik keras PLN setelah kabel listrik estafet mengeluarkan percikan api dan menyebabkan warga tersengat listrik.

Warga Sidodadi Kepahiang kritik keras PLN setelah kabel listrik estafet mengeluarkan percikan api dan menyebabkan warga tersengat listrik.

NARASIDEMOKRASI – Kondisi jaringan listrik di RT 11 RW 04 Sidodadi, Kelurahan Pasar Ujung, Kabupaten Kepahiang, menuai sorotan tajam. Warga menilai PLN lalai karena membiarkan kabel listrik tidak layak pakai tetap digunakan selama bertahun-tahun di kawasan padat penduduk.

Persoalan tersebut kini resmi dilaporkan warga hingga ke UP3 PLN Bengkulu setelah sebelumnya hanya ditangani di tingkat ULP PLN Kepahiang.

Warga mengaku kecewa karena persoalan yang mereka hadapi bukan masalah baru. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jaringan listrik yang dianggap membahayakan keselamatan masyarakat.

Salah satu warga, Sandes, mengatakan situasi semakin mengkhawatirkan setelah kabel listrik estafet mengeluarkan percikan api dan menyebabkan listrik di 18 rumah tiba-tiba padam.

Menurutnya, kejadian itu menjadi alarm serius bahwa jaringan listrik di wilayah tersebut sudah tidak aman digunakan.

“Sudah ada percikan api dan ada warga yang tersengat listrik. Ini bukan lagi persoalan kecil. Kalau nanti terjadi kebakaran besar bagaimana?” kata Sandes.

Baca Juga :  3 Jam Penggeledahan, KPK Bawa 3 Koper dan 1 Kardus dari Rumah Agus Suhendra Wijaya

Warga menyebut kabel yang digunakan sebagian besar sudah tua dan tidak sesuai standar. Namun anehnya, kondisi itu tetap dibiarkan meski pemukiman di kawasan tersebut sudah semakin padat.

Kritik keras pun diarahkan kepada PLN karena dianggap lamban merespons keluhan masyarakat. Warga menilai pihak PLN seharusnya lebih cepat turun tangan sebelum terjadi bencana.

“Jangan tunggu viral atau ada korban jiwa dulu baru bergerak. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” ujarnya

Selain risiko korsleting, warga juga khawatir anak-anak menjadi korban karena kabel semrawut berada dekat dengan rumah warga.

Situasi tersebut membuat masyarakat merasa hidup dalam ancaman setiap hari. Terlebih saat hujan turun atau tegangan listrik tidak stabil.

Dalam laporan resmi yang disampaikan ke UP3 PLN Bengkulu, warga meminta adanya penataan ulang jaringan listrik agar lebih rapi dan sesuai standar keselamatan.

Baca Juga :  Pemkot Bengkulu dan MGI Salurkan Donasi Kacamata Gratis, Warga Diminta Segera Daftar Sebelum 30 Oktober

Mereka juga meminta PLN segera mengganti kabel tidak layak pakai dan memperhatikan keamanan instalasi listrik di lingkungan warga.

Tak hanya itu, warga menuntut adanya tindakan cepat untuk mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Bagi masyarakat Sidodadi, listrik bukan hanya soal penerangan. Namun juga soal keamanan keluarga dan hak warga mendapatkan pelayanan yang layak.

Warga berharap laporan yang mereka sampaikan tidak berhenti di meja administrasi semata, tetapi benar-benar direspons dengan tindakan nyata.

“Kami jauh-jauh datang ke Bengkulu karena ingin persoalan ini serius ditangani. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban kelalaian,” tegas Sandes.

Kini masyarakat hanya bisa menunggu langkah PLN. Namun satu hal yang pasti, warga tidak ingin lagi hidup berdampingan dengan kabel listrik yang sewaktu-waktu bisa memicu petaka.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Selasa, 8 September 2026 - 16:46 WIB

Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu

Berita Terbaru