NARASIDEMOKRASI – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menemukan sejumlah amunisi dan senjata tajam saat melakukan penggeledahan di sebuah rumah di kawasan Kali Merah, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Penggeledahan dilakukan setelah aparat mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga merupakan Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo.
Dari rumah tersebut, aparat menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.
Barang bukti yang diamankan cukup banyak, mulai dari amunisi berbagai kaliber, selongsong peluru, senjata tajam, hingga perlengkapan yang diduga digunakan untuk merakit senjata.
Petugas menemukan amunisi kaliber 5,56 mm, amunisi 9 mm, kaliber 38, serta sejumlah selongsong peluru.
Selain itu, ditemukan pula pisau sangkur, parang, kapak, ketapel berbahan besi, hingga senapan angin bermotif loreng.
Tidak hanya itu, aparat juga mengamankan sejumlah komponen seperti trigger, pelatuk besi, hand grip, dan perlengkapan komunikasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga amunisi tersebut merupakan titipan kelompok HSSBI yang rencananya akan digunakan untuk mendukung aksi gangguan keamanan di Yahukimo.
Penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan YB dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Salah satu yang didalami adalah dugaan keterlibatan dalam pembuatan video pernyataan sikap pasca penembakan kendaraan sipil di kawasan jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026 lalu.
Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria mengatakan seluruh barang bukti saat ini masih diperiksa secara mendalam oleh penyidik.
“Dari hasil pengembangan, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Saat ini seluruh barang bukti masih didalami oleh penyidik untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lain,” ujar AKBP Andria, Rabu (20/5/2026).
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.
Menurutnya, situasi keamanan di Yahukimo harus dijaga bersama agar tetap aman dan kondusif.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menerima informasi dan bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman dan kondusif,” katanya.
Selain mengamankan barang bukti, aparat turut membawa seorang pria lainnya berinisial RK alias KK yang diduga terkait dengan jaringan KNPB wilayah Yahukimo.
Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Aparat juga memastikan langkah penegakan hukum dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.









