BENGKULUBAROMETER – Kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 di tengah kegiatan perpisahan siswa SMAN dan SMPN 1 Sinak membawa suasana berbeda bagi para pelajar di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Tidak hanya melakukan pengamanan, Satgas Damai Cartenz juga memberikan motivasi langsung kepada para siswa agar tetap semangat melanjutkan pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan patroli humanis tersebut dilaksanakan pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 10.40 WIT. Dalam kegiatan itu, personel Satgas Damai Cartenz hadir dan berbaur bersama siswa, guru, hingga masyarakat yang menghadiri acara perpisahan sekolah.
Kehadiran aparat keamanan di tengah kegiatan pendidikan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga menilai pendekatan yang dilakukan Satgas Damai Cartenz menunjukkan sisi humanis Polri yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap masa depan generasi muda Papua.
Dalam suasana penuh keakraban, para personel terlihat berbincang langsung dengan siswa-siswi yang sedang menikmati momen perpisahan sekolah. Sejumlah pelajar juga tampak antusias saat menerima motivasi dan semangat dari aparat yang hadir.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran personel di lingkungan pendidikan merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap perkembangan generasi muda Papua.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu pondasi penting dalam menciptakan masa depan Papua yang aman, damai, dan maju. Karena itu, pihaknya ingin memastikan para pelajar tetap memiliki semangat untuk belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Satgas Damai Cartenz akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada warga. Kehadiran kami juga untuk memberikan semangat kepada para pelajar agar terus belajar, menjaga cita-cita, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Irjen Pol Faizal Ramadhani.
Ia menegaskan bahwa generasi muda Papua merupakan aset penting yang harus dijaga dan didukung bersama. Selain keamanan, dukungan moral kepada pelajar juga dianggap penting agar mereka memiliki rasa percaya diri dalam mengejar impian.
Patroli humanis yang dilakukan Satgas Damai Cartenz juga bertujuan menjaga situasi keamanan selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya pengamanan tersebut, acara perpisahan sekolah berjalan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan pendekatan humanis akan terus dilakukan secara konsisten di berbagai wilayah Papua.
Menurutnya, pendekatan seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk membangun hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mempererat kedekatan emosional.
“Melalui pendekatan humanis, kami ingin memastikan masyarakat merasakan bahwa Polri selalu hadir untuk menjaga keamanan dan kedamaian. Kehadiran personel di tengah para pelajar juga menjadi bentuk dukungan agar mereka tetap semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” kata Kombes Adarma.
Masyarakat Distrik Sinak sendiri mengaku senang dengan kehadiran Satgas Damai Cartenz dalam kegiatan sekolah tersebut. Mereka berharap situasi aman dan damai di wilayah Papua terus terjaga sehingga aktivitas pendidikan dapat berjalan normal tanpa gangguan.
Bagi para siswa, momen perpisahan sekolah menjadi salah satu langkah penting menuju masa depan baru. Karena itu, dukungan moril yang diberikan Satgas Damai Cartenz dinilai memberikan semangat tambahan bagi mereka untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan patroli humanis dan sambang masyarakat akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Papua. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih humanis, Satgas Damai Cartenz berharap kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya generasi muda Papua yang menjadi harapan masa depan daerah tersebut









