NARASIDEMOKRASI – Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana di Bengkulu. Hal ini terlihat dalam latihan kesiapsiagaan bencana yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I bersama berbagai instansi terkait.
Tidak hanya melibatkan aparat, kegiatan ini juga mengikutsertakan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana.
DANKODIKLAT TNI, M. Naudi Nurdika, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi fokus utama dalam latihan ini.
“Melalui latihan ini kita ingin menyatukan persepsi antara aparat dan masyarakat. Jadi ketika terjadi bencana, semua bisa bergerak cepat dan tidak panik,” katanya.
Ia menekankan bahwa masyarakat adalah garda terdepan saat bencana terjadi, terutama dalam fase awal sebelum bantuan datang.
Karena itu, pemahaman dasar tentang evakuasi dan penyelamatan diri menjadi hal yang sangat penting.
“Masyarakat harus punya kesadaran. Minimal bisa menyelamatkan diri dan membantu orang di sekitarnya,” ujarnya.
Naudi juga menegaskan bahwa latihan ini tidak berkaitan dengan kondisi geopolitik global yang sedang memanas. Fokus utama tetap pada tugas kemanusiaan di dalam negeri.
“Kita tetap mengikuti kebijakan pemerintah. Presiden sebagai panglima tertinggi memiliki konsep dan arah kebijakan yang harus kita jalankan,” jelasnya.
Melalui latihan terpadu ini, diharapkan terbentuk koordinasi yang kuat antara aparat dan masyarakat. Dengan begitu, penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif.
Sinergi ini menjadi fondasi penting untuk mengurangi dampak bencana, terutama di wilayah seperti Bengkulu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









