Pertamina Klaim Tambah Pasokan LPG, Warga Empat Lawang Masih Kesulitan Cari Gas 3 Kg

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Di saat warga Kabupaten Empat Lawang masih berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain demi mendapatkan Gas LPG 3 Kg, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel justru merilis pernyataan resmi bahwa stok dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026.

Dalam siaran pers tertanggal 20 Februari 2026, Pertamina menyebut telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Bahkan disebutkan ada penambahan pasokan LPG 3 kg sebesar 215 metrik ton sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan rumah tangga dan pelaku UMKM.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir.

“Dalam menghadapi Ramadan, kami memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman. Infrastruktur penyaluran telah disiapkan optimal. Satgas RAFI 2026 akan mengawal kelancaran distribusi,” ujar Rusminto.

Namun, pernyataan tersebut terasa kontras dengan kondisi di lapangan, khususnya di Empat Lawang. Fakta yang ditemui warga justru berbeda. Di sejumlah pangkalan, stok kosong. Jika pun ada, masyarakat harus berebut. Di tingkat pengecer, harga melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :  Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia

Gas melon yang seharusnya menjadi penopang dapur rakyat kecil kini berubah menjadi barang langka yang sulit disentuh.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana letak tambahan 215 metrik ton yang diklaim telah disalurkan? Mengapa tambahan pasokan belum terasa di daerah yang justru sedang mengalami kelangkaan?

Terkait hal ini, aktivis Mahasiswa asal Empat Lawang yakni Alha menyebut situasi ini sebagai “kado pahit” menjelang Ramadan. Menurutnya, kelangkaan LPG bersubsidi adalah persoalan serius karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kita bicara soal kebutuhan dasar rakyat. Gas 3 kg ini subsidi untuk masyarakat miskin dan usaha kecil. Tapi kenyataannya barang sulit dicari dan harganya mencekik. Ini sangat tidak masuk akal,” tegas Alha, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menyoroti lonjakan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp35.000 hingga Rp45.000 per tabung. Angka itu jauh di atas harga normal dan dinilai sebagai bukti lemahnya pengawasan distribusi.

Menurut Alha, selisih harga yang mencolok membuka ruang dugaan adanya permainan di rantai distribusi. Tambahan pasokan, katanya, tidak akan berarti jika tidak diawasi secara ketat hingga benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

Baca Juga :  Potret Guru Swasta di Bengkulu: Mengabdi Belasan Tahun, Kehilangan Pekerjaan Tanpa Pesangon

“Kalau memang ada tambahan pasokan, pastikan sampai ke masyarakat. Jangan hanya aman di atas kertas,” ujarnya.

Ramadan adalah momen sensitif bagi kebutuhan energi rumah tangga. Permintaan meningkat karena aktivitas memasak bertambah. UMKM kecil seperti pedagang gorengan, warung makan, hingga usaha rumahan sangat bergantung pada LPG 3 Kg.

Ketika gas langka dan harga melambung, dampaknya tidak hanya terasa di dapur rumah tangga, tetapi juga menggerus penghasilan usaha kecil.

Perbedaan antara klaim “stok aman” dan realita di lapangan kini menjadi sorotan publik. Warga menuntut transparansi: berapa sebenarnya alokasi tambahan untuk Empat Lawang? Sudah disalurkan ke mana saja? Siapa yang mengawasi distribusi di tingkat pangkalan?

Tanpa jawaban dan langkah konkret, keresahan dikhawatirkan akan terus meluas.

“Pemerintah harus hadir. Jika dapur rakyat tidak bisa mengebul karena gas langka, jangan salahkan jika masyarakat terus bersuara. Kami ingin solusi nyata, bukan sekadar pernyataan stok aman,” tutup Alha.

Kini masyarakat Empat Lawang hanya menunggu satu hal: bukti nyata. Bukan sekadar rilis resmi, melainkan gas tersedia di pangkalan, harga kembali normal, dan dapur rakyat kembali menyala tanpa beban.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB