NARASIDEMOKRASI – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan larangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen di SPBU, khususnya menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Penegasan ini disampaikan saat dirinya melakukan sidak di SPBU KM 6.5, Kota Bengkulu, Kamis (19/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mian menilai praktik pembelian BBM menggunakan jerigen berpotensi besar mengganggu ketersediaan bahan bakar untuk masyarakat umum.
“Kita juga mengimbau petugas SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen oleh oknum, karena dapat menyebabkan kekurangan stok BBM,” kata Mian.
Menurutnya, pembelian menggunakan jerigen seringkali dilakukan dalam jumlah besar. Hal ini bisa memicu kelangkaan, terutama saat permintaan BBM meningkat menjelang Lebaran.
Mian menegaskan bahwa BBM harus digunakan untuk kebutuhan langsung masyarakat, seperti kendaraan pribadi dan transportasi umum. Ia tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menimbun atau menjual kembali BBM dengan harga lebih tinggi.
Praktik pembelian jerigen, lanjutnya, harus diawasi secara ketat oleh petugas SPBU. Ia meminta agar seluruh operator SPBU mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam sidak tersebut, Mian juga mengingatkan pentingnya peran petugas SPBU dalam menjaga distribusi yang adil. Petugas diminta tidak tergoda oleh keuntungan sesaat yang justru bisa merugikan masyarakat luas.
Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan di lapangan. Tidak hanya di SPBU KM 6.5, tetapi juga di seluruh SPBU yang ada di Kota Bengkulu.
Mian menilai, tanpa pengawasan yang ketat, potensi penyimpangan distribusi BBM akan semakin besar. Apalagi saat momen Lebaran, di mana kebutuhan bahan bakar meningkat signifikan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pengawasan. Jika menemukan praktik mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang.
Di sisi lain, Mian memastikan bahwa stok BBM di Bengkulu dalam kondisi aman. Pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga pasokan tetap stabil.
“Kita memantau langsung untuk memastikan stok BBM benar-benar cukup selama Idulfitri,” ujarnya.
Dengan adanya larangan ini, diharapkan distribusi BBM bisa lebih merata dan tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa hambatan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









