NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Helmi Hasan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Jembatan Perintis Garuda yang kini mulai berjalan di berbagai daerah.
Meski progres pembangunan masih berada pada tahap awal, Helmi menegaskan bahwa dampak besar dari program ini sudah mulai dirasakan, terutama dari sisi harapan masyarakat terhadap akses yang lebih baik.
“Jembatan ini bukan sekadar proyek, tapi solusi untuk membuka keterisolasian wilayah,” ujar Helmi.
Ia menjelaskan, selama ini masih banyak desa di Bengkulu yang aksesnya terbatas, terutama karena kondisi geografis dan minimnya infrastruktur penghubung. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mengatasi persoalan tersebut.
Di Bengkulu Tengah, pembangunan dua jembatan sudah mulai berjalan dengan progres sekitar 2 persen. Jembatan ini nantinya akan menjadi penghubung antar desa yang selama ini sulit diakses, terutama saat musim hujan.
Sementara di Bengkulu Selatan dan Kaur, pembangunan juga mulai bergerak meski masih di bawah 1 persen. Tahapan awal seperti survei dan pengukuran menjadi fokus utama sebelum masuk ke tahap konstruksi.
Untuk wilayah lain seperti Rejang Lebong, Seluma, Bengkulu Utara, dan Mukomuko, pembangunan masih berada di tahap awal. Namun pemerintah memastikan seluruh titik sudah masuk dalam perencanaan dan akan segera bergerak.
Helmi menegaskan, program ini tidak hanya berdampak pada akses transportasi, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau akses terbuka, ekonomi pasti ikut bergerak. Petani bisa lebih mudah menjual hasil panen, distribusi barang lebih lancar, dan harga bisa lebih stabil,” jelasnya.
Selain itu, keterlibatan TNI dan masyarakat dalam pembangunan menjadi nilai tambah tersendiri. Selain mempercepat pekerjaan, hal ini juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.
Helmi juga menyebut bahwa pembangunan ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, sehingga tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan semua elemen.
Meski menghadapi tantangan cuaca, Helmi memastikan bahwa pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana. Ia meminta seluruh pihak untuk tetap fokus dan menjaga kualitas pekerjaan.
“Yang penting bukan cepat, tapi tepat. Kita ingin jembatan ini benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang,” katanya.
Program Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam pemerataan pembangunan di Bengkulu. Dengan terbukanya akses, kesenjangan antar wilayah diharapkan bisa semakin berkurang.
Helmi pun optimistis bahwa dalam beberapa waktu ke depan, progres pembangunan akan terus meningkat seiring dengan kondisi cuaca yang membaik dan kesiapan teknis di lapangan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









