Istri Bupati Tidak Dibawa KPK ke Jakarta, Hanya 7 Orang Jalani Pemeriksaan Lanjutan

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bengkulu menyita perhatian publik, terutama setelah sejumlah pejabat daerah ikut diamankan dalam operasi tersebut.

Sebanyak tujuh orang kini telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK.

Namun dari informasi yang beredar, istri Bupati Rejang Lebong yang sebelumnya sempat berada di lokasi saat proses pengamanan tidak ikut dibawa ke Jakarta.

Istri Bupati Rejang Lebong, Intan Larasati, dilaporkan sempat berada di kediaman pribadi saat tim KPK melakukan penindakan.

Meski demikian, ia tidak termasuk dalam daftar pihak yang menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga :  Helmi Hasan Ajak Warga Bengkulu Shalat Jumat dan Ikuti Pengajian Akbar di Masjid Raya Baitul Izzah

Berdasarkan pantauan, pihak KPK memperbolehkan Intan Larasati untuk kembali pulang setelah proses pengamanan berlangsung.

Sementara itu, tujuh orang lainnya langsung dibawa ke Jakarta pada Selasa pagi 10 Maret 2026.

Rombongan tersebut diberangkatkan dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6819.

Para pihak yang diterbangkan terdiri dari pejabat daerah hingga kontraktor.

Nama-nama yang ikut dibawa antara lain Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari, Wakil Bupati Hendri Praja serta Sekretaris Daerah Iwan Badar.

Selain itu, Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong Hary Eko Purnomo dan Pejabat Pembuat Komitmen Santri Ghozali juga termasuk dalam rombongan tersebut.

Baca Juga :  Rakor Nasional: Inflasi Terkendali, Sertifikasi Halal Dipercepat

Dari kalangan swasta, dua orang yang ikut diamankan adalah Youki Yusdianto selaku Direktur CV Alpagker Abadi dan Edi Manggala yang diketahui merupakan kontraktor.

OTT ini diduga berkaitan dengan praktik gratifikasi atau pemberian fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Namun hingga saat ini KPK belum menyampaikan secara rinci kronologi perkara yang terjadi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan.

Menurutnya, status hukum mereka akan ditentukan setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.

“Seluruh pihak yang diamankan dibawa ke Jakarta. Status hukum mereka akan ditentukan dalam waktu 1×24 jam,” ujar Budi.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB