Kajati Bengkulu Tegaskan Raflesia AI Bukan Pengganti Jaksa, Hanya Alat Bantu Analisa Hukum

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI -Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, menegaskan bahwa aplikasi Raflesia AI tidak boleh dijadikan sebagai acuan utama dalam penegakan hukum. Aplikasi ini hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat analisa dan memperluas pemahaman jaksa terhadap KUHP dan KUHAP.

Penegasan tersebut disampaikan saat peluncuran Raflesia AI di lingkungan Kejati Bengkulu. Menurut Victor, teknologi tidak boleh menggantikan tanggung jawab moral dan profesional seorang jaksa dalam memahami aturan hukum secara menyeluruh.

“Raflesia AI bukan menjadi dasar utama dalam mengambil keputusan hukum. Jaksa tetap wajib membaca, memahami, dan menguasai KUHP dan KUHAP secara utuh,” kata Victor.

Ia menilai, penggunaan teknologi dalam dunia hukum harus tetap berada dalam koridor etika dan aturan yang berlaku. Aplikasi hanya membantu mempercepat proses pencarian pasal dan analisa awal, tetapi keputusan hukum tetap berada di tangan manusia.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Tak Kenal Waktu, Ancaman Pohon Tumbang Mengintai

Victor juga mengingatkan agar para jaksa tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Menurutnya, pemahaman hukum yang kuat hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran mendalam dan pengalaman dalam menangani perkara.

“Teknologi membantu, tetapi tidak bisa menggantikan logika hukum, hati nurani, dan tanggung jawab seorang jaksa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Victor mengapresiasi ide dari Kajari Kepahiang, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, yang menggagas Raflesia AI sebagai inovasi layanan hukum digital. Ia menilai gagasan tersebut sebagai langkah maju dalam modernisasi sistem kerja Kejaksaan.

Pengembangan Raflesia AI juga melibatkan Komdigi untuk memastikan keamanan sistem dan perlindungan data. Hal ini penting mengingat aplikasi tersebut digunakan untuk mengakses informasi hukum yang bersifat sensitif.

Saat ini, Raflesia AI masih dalam tahap pengenalan di lingkungan Kejati Bengkulu. Sosialisasi dilakukan agar para jaksa memahami cara penggunaan aplikasi dengan benar dan tidak menyalahgunakannya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Jambore, Jamda VII Kaur Jadi Etalase Karakter dan Potensi Daerah

Ke depan, Kejati Bengkulu akan mengajukan Raflesia AI ke Kejaksaan Agung RI. Jika disetujui, aplikasi ini akan dijadikan contoh nasional untuk diterapkan di seluruh Kejati se-Indonesia.

Victor berharap Raflesia AI dapat meningkatkan kualitas pelayanan hukum, namun tetap menjaga profesionalisme jaksa sebagai penegak hukum.

“Teknologi harus memperkuat integritas dan profesionalitas, bukan menggantikannya,” tegas Victor.

Dengan adanya Raflesia AI, Kejaksaan Tinggi Bengkulu ingin menunjukkan bahwa modernisasi hukum bisa berjalan seiring dengan nilai-nilai keadilan, kehati-hatian, dan tanggung jawab.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa institusi penegak hukum siap beradaptasi dengan era digital, namun tetap mengutamakan manusia sebagai pengambil keputusan utama dalam penegakan hukum.

 

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Solar Subsidi untuk Nelayan Bengkulu Dipastikan Cukup, Disalurkan Lewat Lima SPDN
Panggil 100 Yayasan, DPRD Bengkulu Pastikan Perlindungan Guru Swasta
Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi
KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu
Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan
Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:30 WIB

Solar Subsidi untuk Nelayan Bengkulu Dipastikan Cukup, Disalurkan Lewat Lima SPDN

Senin, 2 November 2026 - 21:15 WIB

Panggil 100 Yayasan, DPRD Bengkulu Pastikan Perlindungan Guru Swasta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:51 WIB

KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu

Berita Terbaru