Kuota Haji Dominasi Kota, Kaur Hanya 1 : Kemenhaj Ungkap Alasan Ketimpangan Kuota

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU — Publik Bengkulu kembali menyoroti persoalan distribusi kuota haji yang dianggap timpang antar daerah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bengkulu, Intihan, akhirnya buka suara dan menjelaskan alasan mengapa kuota haji Kota Bengkulu jauh lebih besar dibandingkan sembilan kabupaten lainnya.

Berdasarkan data resmi, kuota haji Bengkulu tahun 2025 mencapai 1.275 orang, dan dari jumlah tersebut Kota Bengkulu menerima porsi terbesar yakni 1.233 jamaah. Artinya, lebih dari 90 persen jamaah haji Provinsi Bengkulu berasal dari Kota Bengkulu, sementara sembilan kabupaten lainnya hanya memperoleh sisa kuota yang minim. bahkan untuk Kabupaten Kaur hanya mendapat 1  kouta.

Perbedaan kuota yang mencolok itu, menurut Intihan, bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa sistem daftar tunggu atau waiting list yang diterapkan selama ini menggunakan rasio pendaftar di setiap kabupaten/kota. Karena itu, Kota Bengkulu—yang jumlah pendaftar melancong ke Tanah Suci sangat tinggi setiap tahunnya—mendapatkan porsi kuota paling besar.

“Lebih dari 90 persen jamaah haji itu ada di Kota Bengkulu, sementara untuk di sembilan kabupaten hampir tidak memiliki jamaah baru. Mereka hanya memiliki jamaah lunas tunda atau prioritas lansia,” ujar Intihan saat dijumpai wartawan.

Ia menambahkan, sistem tersebut akhirnya melahirkan jurang perbedaan jumlah kuota antar daerah. Dengan tingginya minat pendaftar di perkotaan, kuota secara otomatis terpusat, sementara kabupaten-kabupaten dengan jumlah pendaftar lebih kecil hanya menerima kuota dalam jumlah terbatas.

Baca Juga :  Dua OPD Pemprov Bengkulu Punya Nahkoda Baru

Sebagai contoh, Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara masing-masing hanya mendapat dua kuota, Kaur satu orang, Mukomuko enam jamaah, dan Rejang Lebong 17 orang. Kabupaten Kepahiang mendapat 14 kuota. Kondisi ini memunculkan keluhan sebagian masyarakat yang merasa daftar tunggu haji tidak merata.

Intihan menjelaskan, sistem lama memakai pendekatan kuota berdasarkan kabupaten/kota, namun kini pemerintah pusat mulai mengubah mekanisme menuju sistem nasional berbasis prioritas provinsi.

“Selama ini Provinsi Bengkulu menggunakan kuota haji sesuai kuota kabupaten dan kota. Tapi sistem waiting list saat ini mulai dihitung dari nomor urut provinsi se-Indonesia,” terangnya.

Ia menyampaikan contoh nyata ketimpangan tersebut. Untuk pendaftar di Kota Bengkulu tahun 2012-2013, jadwal keberangkatan baru diperkirakan pada 2026 atau 26 tahun kemudian. Namun, di sejumlah kabupaten seperti Kaur, Seluma, Lebong, Bengkulu Tengah, serta daerah lainnya, pendaftar pada periode yang sama bahkan telah berangkat sekitar lima hingga enam tahun lalu.

“Terjadilah kesenjangan ini. Mereka sebenarnya sudah mendaftar cukup lama, tetapi antrean di Kota Bengkulu sangat panjang sehingga daftar tunggunya jauh lebih lama,” jelasnya.

Baca Juga :  Rejang Lebong Bidik Top 10 Nasional, Bappeda Ikuti Bimtek I-SIM 2025 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Dalam konteks nasional, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang salah satu tujuannya ialah menciptakan pemerataan kuota di seluruh provinsi, sehingga ke depan ketimpangan seperti ini bisa berkurang.

Kemenhaj berharap, kebijakan baru ini menjadi solusi agar masyarakat Bengkulu—baik dari kota maupun kabupaten—mendapatkan kesempatan berangkat haji dengan lebih berkeadilan.

“Dengan kebijakan dari Kementerian Haji, terjadi pemerataan secara nasional. Kami berharap daftar tunggu ini bisa lebih adil. Untuk saat ini daftar tunggu sekitar 26 tahun,” tutup Intihan.

DATA KUOTA HAJI BENGKULU 2025

Bengkulu Selatan: 2 jamaah

Bengkulu Utara: 2 jamaah

Kaur: 1 jamaah

Kepahiang: 14 jamaah

Mukomuko: 6 jamaah

Rejang Lebong: 17 jamaah

Kota Bengkulu: 1.233 jamaah

Dengan penjelasan ini, setidaknya publik mendapatkan gambaran mengenai posisi antrean dan alasan kuota haji Kota Bengkulu sangat mendominasi. Namun demikian, masih banyak pihak berharap evaluasi lebih lanjut dilakukan agar kesenjangan antar daerah tidak semakin lebar. Pemerataan sistem daftar tunggu menjadi kunci dalam memastikan perjalanan ibadah haji bisa dilaksanakan secara adil dan proporsional bagi seluruh umat muslim di Provinsi Bengkulu.

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
CV Mandiri Sejahtera Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Kerugian Perusahaan 
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Berita Terbaru