NARASIDEMOKRASI – Masuknya MV Bengawan Mas ke Pelabuhan Pulau Baai bukan sekadar kedatangan kapal biasa. Bagi otoritas pelabuhan, momen ini menjadi tolok ukur awal keberhasilan normalisasi alur pelayaran pascapendangkalan yang sempat menutup aktivitas pelabuhan.
Kepala KSOP Kelas III Bengkulu, Petrus Christanto Maturbongs, menyatakan bahwa keberhasilan kapal peti kemas tersebut bersandar membuktikan alur sudah memenuhi standar keselamatan pelayaran.
“Dengan kedalaman alur -6 hingga -6,5 meter Low Water Spring (LWS) dan draf kapal 4,3 meter, MV Bengawan Mas masuk tanpa kendala,” tegas Petrus.
Namun, Petrus mengakui bahwa secara visual alur pelayaran memang tampak sempit. Hal ini disebabkan posisi kapal keruk yang masih berada di area pintu masuk pelabuhan.
“Lebar alur sudah mencapai 60 meter, tapi karena kapal keruk masih beroperasi, manuver kapal menjadi lebih menantang,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, KSOP Bengkulu telah menyiapkan SOP khusus guna menjamin keselamatan kapal yang keluar masuk pelabuhan selama proses pengerukan berlangsung.
“Kami memastikan faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Petrus.
Hal senada disampaikan Pelindo Regional 2 yang memastikan proses pengerukan dan perapian alur terus berjalan. Ke depan, pelebaran dan pendalaman alur akan terus dioptimalkan agar Pelabuhan Pulau Baai dapat melayani kapal dengan kapasitas lebih besar.
Masuknya MV Bengawan Mas juga menjadi sinyal positif bagi dunia pelayaran bahwa Pelabuhan Pulau Baai mulai kembali layak disinggahi kapal petikemas secara reguler.









