Dukung Swasembada Pangan, BBPMKP dan BPPSDMP Kementan Perkuat Penyuluh Pertanian Lewat Bimtek

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bersama Balai Besar Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan (BBPMKP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, Kamis (30/10/2025) di Balai Raya Semarak Bengkulu.(foto: Awang Konaevinarasidemokrasi.com/)

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bersama Balai Besar Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan (BBPMKP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, Kamis (30/10/2025) di Balai Raya Semarak Bengkulu.(foto: Awang Konaevinarasidemokrasi.com/)

Bengkulu – Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan di Provinsi Bengkulu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bersama Balai Besar Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan (BBPMKP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, Kamis (30/10/2025) di Balai Raya Semarak Bengkulu.

Kepala BBPMKP sekaligus Pj Swasembada Provinsi Bengkulu, Sukim Supandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dalam mendukung swasembada pangan di Bengkulu.

Dalam kesempatan itu, Sukim Supandi mengungkapkan lima agenda besar Kementerian Pertanian untuk Provinsi Bengkulu. Pertama, Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target seluas 18.677 hektare. Kedua, Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan jatah 2.200 hektare yang tersebar di tiga kabupaten. Ketiga, Padi Gogo atau padi lahan kering seluas 3.556 hektare. Keempat, pembentukan Brigade Pangan (BP) di seluruh kabupaten/kota sebanyak 59 brigade, dengan masing-masing 15 orang untuk mengelola lahan 200 hektare. Terakhir, program Luas Tambah Tanam (LTT).

Baca Juga :  Bantuan Rp1 Miliar dari Bengkulu untuk Sumbar

Namun, Sukim menilai bahwa realisasi kelima agenda besar tersebut di Provinsi Bengkulu belum optimal karena sinergi antarinstansi belum maksimal.

“Terus terang, realisasi dari lima program ini belum maksimal. Semua pihak harus berperan aktif dengan memaksimalkan potensi lahan di wilayah kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu H. Mian memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan Kementan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu serius dalam membangun konektivitas dan menindaklanjuti Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait kedaulatan serta ketahanan pangan.

“Kita semua sepakat agar intervensi untuk Provinsi Bengkulu tidak hanya sebatas seremonial, tapi harus ditindaklanjuti dan memberi dampak positif terhadap produksi. Semua kegiatan harus berlandaskan data,” tegas Mian.

Mian juga menyoroti pentingnya penataan data dari dinas-dinas di kabupaten/kota yang dinilainya masih semrawut. Menurutnya, data harus terkoordinasi dengan baik agar capaian program bisa terukur dan jelas.

Baca Juga :  Pemkab Lebong Bahas Program Swasembada Pangan Bersama Kementerian Pertanian RI

“Saya menekankan pentingnya koordinasi agar data valid dan sinkron. Misalnya dalam program cetak sawah, kuota hampir 2.000 hektare di Bengkulu harus terealisasi dengan presentase optimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pencetakan sawah tidak dilakukan tanpa memperhatikan sumber air. “Akan mubazir mencetak sawah kalau sumber airnya tidak diperhatikan. Kepala dinas harus terus berkoordinasi agar pelaksanaannya optimal,” ujarnya.

Menurut Mian, Optimalisasi Lahan menjadi aspek penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Jangan sampai ada pencetakan lahan baru sementara lahan eksisting belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dari data sementara, luas lahan sawah di Bengkulu tercatat sekitar 78 ribu hektare, namun produksi padinya baru mencapai sekitar 20 persen dari potensi yang ada.

“Ini harus kita cermati. Pemerintah pusat siap memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian seperti alsintan, pupuk, dan benih. Semoga Bengkulu bisa menjadi pilot project pertanian nasional dengan sumber daya manusia yang tangguh,” tutup Mian.

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
CV Mandiri Sejahtera Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Kerugian Perusahaan 
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Berita Terbaru