NARASIDEMOKRASI – Penentuan pucuk pimpinan Bank Bengkulu tidak lagi sekadar urusan internal perbankan. Lebih dari itu, keputusan ini menjadi bagian penting dari strategi penguatan ekonomi daerah. Hal inilah yang mengemuka dalam RUPSLB Bank Bengkulu yang dipimpin langsung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Selasa 16 Desember 2025.
Dalam rapat tersebut, empat nama diusulkan sebagai calon Direktur Utama Bank Bengkulu. Mereka adalah Iswahyudi, Robi Wijaya, Agus Sabarudin, dan Joni Haryanto. Keempatnya dinilai memiliki latar belakang dan pengalaman yang mumpuni di sektor keuangan dan manajemen.
Sementara itu, posisi Direktur Kepatuhan diusulkan satu nama, yakni Somi Muhammad Yunus dari Bank BJB. Kehadiran figur eksternal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan kepatuhan Bank Bengkulu terhadap regulasi OJK.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan, seluruh calon direksi akan mengikuti fit and proper test OJK. Proses ini menjadi filter utama untuk memastikan bahwa pimpinan Bank Bengkulu ke depan benar-benar memiliki integritas dan kompetensi.
“Kita ingin Bank Bengkulu dikelola secara profesional. OJK akan menilai semuanya secara objektif,” kata Helmi.
Menurut Helmi, tantangan industri perbankan saat ini semakin kompleks. Digitalisasi, persaingan antarbank, hingga tuntutan layanan cepat dan aman menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab oleh direksi baru.
Ia berharap, pimpinan Bank Bengkulu mendatang mampu mendorong transformasi digital, memperluas akses pembiayaan, serta menciptakan produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bengkulu.
Bank Bengkulu juga diproyeksikan menjadi pengungkit investasi daerah, terutama pada sektor pertambangan dan perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu. Dengan dukungan perbankan yang kuat, sektor-sektor tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
Selain itu, Bank Bengkulu terus memperkuat program inklusi keuangan desa. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, bank daerah ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan formal.
RUPSLB ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu serius membenahi BUMD strategisnya. Penunjukan direksi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah awal menuju Bank Bengkulu yang modern, kompetitif, dan berorientasi pada pembangunan daerah.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









