NARASIDEMOKRASI – Universitas Bengkulu (Unib) turun langsung ke sekolah-sekolah menengah atas di empat kabupaten untuk membantu siswa memahami jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2026. Melalui Tim Sosialisasi dan Promosi (Sospro), Unib menggelar roadshow ke Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, dan Bengkulu Tengah pada 12–15 Januari 2026.
Kegiatan ini menyasar ratusan siswa kelas XII, guru Bimbingan Konseling (BK), serta orang tua siswa. Sosialisasi dipusatkan di sekolah-sekolah strategis, yaitu SMAN 1 Kaur, SMAN 3 Manna, SMKN 3 Seluma, dan SMAN 1 Bengkulu Tengah.
Program ini merupakan kerja sama antara Bagian Kemahasiswaan Unib dengan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu di masing-masing wilayah. Tujuannya satu: memastikan siswa memahami jalur seleksi masuk PTN sejak dini agar tidak salah langkah dalam menentukan masa depan pendidikan mereka.
Tim Sospro Unib dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib, Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M. dalam sambutannya ia menegaskan bahwa sosialisasi ini penting agar siswa memahami secara menyeluruh sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026.
“Kami ingin siswa tidak bingung memilih jalur masuk PTN. Setiap jalur punya karakteristik berbeda. Dengan memahami sejak sekarang, mereka bisa menyiapkan diri lebih baik,” ujar Kamaludin.
Menurutnya, Unib juga memberikan tips dan strategi menghadapi seleksi nasional, baik dari jalur prestasi maupun tes tertulis. Selain itu, siswa dijelaskan tentang jadwal penting agar tidak tertinggal tahapan pendaftaran.
Sementara itu, Kepala Bagian Akademik Andi Yudi Prayoga menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Andi Yudi Prayoga menjelaskan bahwa jalur SNBP dan SNBT sepenuhnya dikelola oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Sementara jalur Seleksi Mandiri dikelola masing-masing perguruan tinggi negeri.
“Di Universitas Bengkulu, jalur mandiri dibuka melalui Seleksi Bersama Masuk PTN Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) dan Jalur Masuk Universitas Bengkulu atau JAMAK Unib,” kata Andi.
Ia menjelaskan, SNBP menilai prestasi akademik siswa melalui nilai rapor dan prestasi pendukung lainnya, baik akademik maupun non-akademik. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa kelas XII tahun 2025 yang memiliki catatan prestasi unggul.
“Kuota minimal SNBP secara nasional adalah 20 persen dan biaya seleksi ditanggung pemerintah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Andi juga memaparkan tahapan SNBP secara rinci, mulai dari pengumuman kuota sekolah, pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), registrasi akun SNPMB, hingga pengumuman hasil seleksi yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026.
Sementara untuk jalur SNBT, peserta wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hasil UTBK hanya berlaku untuk seleksi PTN tahun 2026.
“Setiap peserta hanya boleh mengikuti UTBK satu kali. Kuota minimal untuk jalur SNBT adalah 40 persen,” ujarnya.
Tak hanya menjelaskan jalur seleksi, Unib juga mengingatkan siswa dari keluarga kurang mampu agar memanfaatkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap punya kesempatan kuliah melalui KIP Kuliah. Informasinya bisa diakses melalui situs resmi Kemdikti dan SNPMB,” kata Andi.
Informasi lengkap terkait PMB 2026 dapat diakses melalui laman https://snpmb.id dan https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









