Ulama dan Umaro Satu Suara: MUI Rejang Lebong dan Pemkab Perkuat Sinergi Membangun Daerah Berakhlak

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong menggelar Dialog Publik bersama Pemerintah Daerah dan berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Aula Panti Asuhan Aisyiyah Air Sengak, Curup, Senin (6/10/25).(foto: Arman Surinarasidemokrasi.com/)

Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong menggelar Dialog Publik bersama Pemerintah Daerah dan berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Aula Panti Asuhan Aisyiyah Air Sengak, Curup, Senin (6/10/25).(foto: Arman Surinarasidemokrasi.com/)

Rejang Lebong – Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong menggelar Dialog Publik bersama Pemerintah Daerah dan berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Aula Panti Asuhan Aisyiyah Air Sengak, Curup, Senin (6/10/25).

Dialog bertema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Ulama dan Umaro dalam Membangun Rejang Lebong” ini menghadirkan Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, S.E., M.AP, Wakil Bupati Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si, dan Ketua MUI Rejang Lebong KH. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I.

Turut hadir Asisten I Setda Rejang Lebong, Kabag Kesra, 15 pimpinan pondok pesantren, 40 perwakilan ormas Islam se-Kabupaten Rejang Lebong, serta Ustadz Hj. Ahmad Farhan, anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Bengkulu sekaligus Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Bengkulu.

Dalam pemaparannya, Ustadz Ahmad Farhan menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai moral dan spiritual.

“Pemerintah fokus pada kebijakan, sementara kami para ulama memberikan nilai-nilai agama yang memperkuat arah pembangunan, khususnya dalam membentuk masyarakat Rejang Lebong yang bermoral dan rukun,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Fikri Gerakkan Program Bantu Rakyat, Layanan Cepat 24 Jam untuk Warga Rejang Lebong

Ia berharap forum seperti ini menjadi momentum bagi kepala daerah untuk menyampaikan arah kebijakan sosial-keagamaan ke depan.

Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari menyambut baik kegiatan dialog tersebut dan menilai pertemuan ini sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama.

“Dialog hari ini merupakan langkah penting dalam membahas arah kebijakan daerah di bidang keagamaan, sejalan dengan visi kami membangun masyarakat Rejang Lebong yang berakhlak,” ujar Bupati Fikri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fikri menegaskan sejumlah komitmen penting pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, antara lain:

  • Penguatan pendidikan keagamaan, termasuk penganggaran untuk guru ngaji di desa-desa.
  • Pemberian hibah bagi organisasi keislaman di Rejang Lebong.
  • Dukungan terhadap kegiatan BAZNAS.
  • Penyusunan regulasi tentang baca tulis Al-Qur’an yang ditargetkan rampung pada 2026.
  • Pengadaan bus haji dan peningkatan layanan ibadah haji yang transparan dan akuntabel.

Bupati juga menyoroti peningkatan kinerja BAZNAS Rejang Lebong yang berhasil menghimpun zakat lebih dari 100 persen sejak awal masa kepemimpinannya.

Baca Juga :  Stok Batu Bara Tinggal Tiga Hari, PLTU Teluk Sepang Terancam Berhenti Operasi

“Kami berharap dialog ini melahirkan masukan yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemda, yang nantinya akan kami realisasikan di tahun 2026 sesuai kemampuan anggaran dan dukungan semua pihak,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pimpinan ormas Islam menyampaikan aspirasi mengenai penguatan peran keagamaan di daerah. Beberapa di antaranya menyoroti perlunya regulasi konkret untuk pendidikan baca tulis Al-Qur’an, peningkatan peran guru ngaji di desa, penerbitan surat edaran larangan minuman keras, serta penguatan peran MUI sebagai jembatan antara umat dan pemerintah.

“Visi dan misi Bupati sudah sejalan dengan NU dan Muhammadiyah. Tantangannya adalah bagaimana komitmen ini diwujudkan dalam regulasi dan aksi nyata di lapangan,” ujar salah satu delegasi Muhammadiyah Rejang Lebong.

Dialog publik ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi antara ulama dan umaro dalam membangun masyarakat Rejang Lebong yang religius, damai, dan berakhlak. MUI Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah komunikasi dan sinergi antara umat dan pemerintah daerah.

Berita Terkait

Aklamasi, Mardensi: Fokus Perkuat Soliditas dan Rebut Kemenangan Agenda Politik
Wamen Viva Yoga Ingatkan Kader HMI: Jangan Jadi “Kayu Bakar” Politik, Independensi Harus Dijaga
Musda Golkar Bengkulu Terancam Cacat Hukum, Gugatan Masuk ke Mahkamah Partai 
Dies Natalis UNIB ke-44 : Menteri Bappenas Dorong Alumni Tembus Global
Pengembalian Rp159 Miliar, Yakup Hasibuan Sebut Bebby Hussy Tak Pernah Niat Rugikan Negara
Golkar Bengkulu Tegaskan SK Plt Sah, Yudi Harzan: Sudah Disetujui DPP
BULOG Pastikan Stok Beras Bengkulu Aman, Siswa Diajak Lihat Langsung Cadangan Pangan Nasional
Kisruh Golkar Kota Memanas, Sekretariat Dibuka Paksa dan Pengosongan Sekretariat Terjadi 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:58 WIB

Aklamasi, Mardensi: Fokus Perkuat Soliditas dan Rebut Kemenangan Agenda Politik

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

Wamen Viva Yoga Ingatkan Kader HMI: Jangan Jadi “Kayu Bakar” Politik, Independensi Harus Dijaga

Jumat, 24 April 2026 - 23:13 WIB

Musda Golkar Bengkulu Terancam Cacat Hukum, Gugatan Masuk ke Mahkamah Partai 

Jumat, 24 April 2026 - 20:40 WIB

Dies Natalis UNIB ke-44 : Menteri Bappenas Dorong Alumni Tembus Global

Kamis, 23 April 2026 - 23:59 WIB

Pengembalian Rp159 Miliar, Yakup Hasibuan Sebut Bebby Hussy Tak Pernah Niat Rugikan Negara

Berita Terbaru