Ujian Penegakan Hukum Bengkulu: Membongkar Mafia Tambang di Balik Kasus Korupsi Rp 1,8 Triliun

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDRMOKRASI – Kasus dugaan korupsi pertambangan senilai Rp 1,8 triliun menjadi ujian serius bagi penegakan hukum di Bengkulu. Dengan 13 tersangka dan empat klaster pidana berbeda, perkara ini memperlihatkan betapa kompleksnya jaringan kepentingan di sektor sumber daya alam.

Kejaksaan Tinggi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan. Penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor-aktor yang berperan di balik layar, termasuk kemungkinan adanya persekongkolan sistemik dalam pengawasan pertambangan.

Baca Juga :  Kasus Korupsi AVR PLTA Musi Naik Penyidikan, Jejak Uang Proyek PLN Diburu Kejati

“Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Wakajati Bengkulu Muslikhuddin.

Penyitaan aset dalam jumlah besar menjadi pesan kuat bahwa negara hadir untuk merebut kembali apa yang dirampas secara melawan hukum. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kejahatan pertambangan bukan kejahatan biasa, melainkan kejahatan terorganisir yang merugikan generasi mendatang.

Dengan segera masuknya perkara ke persidangan, publik kini menunggu transparansi dan ketegasan majelis hakim. Kasus ini diharapkan menjadi preseden penting dalam pemberantasan mafia tambang, tidak hanya di Bengkulu tetapi juga di daerah lain.

Baca Juga :  Rotasi Ketua DPRD Antara Kewenangan Partai dan Perlawanan Politik

Jika proses hukum berjalan konsisten, skandal ini dapat menjadi titik balik perbaikan tata kelola pertambangan nasional. Sebaliknya, kegagalan menuntaskan perkara ini akan memperpanjang daftar luka pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB